13 Pesepeda Indonesia Ikut Ajang Bersepeda Paris 1.200 KM

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 13 orang pesepeda asal Indonesia termasuk Agus Yuliono, 33 tahun, asal Indonesia (ketiga dari kiri), sedang berpose di depan Menara Eiffel, Paris, Prancis, pada Jumat, 16 Agustus 2019. Audax Randonneurs Indonesia/Agus Yuliono

    13 orang pesepeda asal Indonesia termasuk Agus Yuliono, 33 tahun, asal Indonesia (ketiga dari kiri), sedang berpose di depan Menara Eiffel, Paris, Prancis, pada Jumat, 16 Agustus 2019. Audax Randonneurs Indonesia/Agus Yuliono

    TEMPO.COParisPesepeda asal Indonesia, Agus Yuliono, 33 tahun, mengikuti gelaran sepeda internasional empat tahunan Audax Paris Brest Paris.

    Ajang ini akan dimulai pada Senin, 19 Agustus 2019, menempuh jarak sekitar 1200 meter dari Kota Paris ke Brest dan kembali ke Paris.

    Ada 13 orang pesepeda asal Indonesia yang mengikuti ajang ini.

    “Target kami adalah fisnish di bawah batas waktu. Karena bukan lomba, jadi ga ada pemenang,” kata Agus kepada Tempo lewat WhatsApp pada, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Agus mengatakan tujuan utama dari dirinya dan pesepeda Indonesia lainnya mengikuti ajang empat tahunan ini adalah,”Kepuasan bisa mengenalkan Indonesia kepada para pesepeda dari berbagai penjuru dunia.”

    Kegiatan ini merupakan ajang uji coba ketahanan fisik bagi para peserta. Biayanya sekitar Rp3 juta dengan tiga batas waktu.

    Ada batas waktu 80 jam, yang diikuti satu peserta dari Indonesia, 84 jam dengan satu peserta dan 90 jam yang diikuti 11 pesepeda Indonesia.

    “Sebagian besar biaya dari kantong pribadi namun ada beberapa peserta yang mendapat dukungan dari komunitas sepeda dan donatur perorangan yang peduli,” kata dia.

    Menurut Agus, ajang ini sudah digelar sejak 1900an. Dia mengikuti ajang ini ketika pertama kali diajak seorang teman mengikuti ajang serupa yaitu Audax di Indonesia pada 2016. Acara ini terafiliasi dengan acara serupa di Prancis. “Rata-rata dari kami yang ikut Audax berawal dari ajakan teman hingga akhirnya ‘teracuni’ ikut,” kata dia.

    Para peserta bisa mengatur kecepatan sendiri selama mengikuti ajang ini menurut daya tahan masing-masing.

    “Manajemen bersepeda dilakukan masing-masing tidak harus mengikuti rombongan,” kata pesepeda ini, yang mengaku suka dengan konsep ini karena terasa lebih merdeka. “Namun, ini tetap memenuhi standar keamanan yang ada.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.