Trump Desak Xi Jinping Bertemu Langsung Demonstran Hong Kong

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump mendesak Presiden Xi Jinping untuk bertemu langsung para pengunjuk rasa dan berbicara secara pribadi dengan mereka untuk mengakhiri ketegangan yang telah menyandera Hong Kong selama beberapa pekan lamanya.

    "Jika Presiden Xi mau bertemu langsung dan pribadi dengan pengunjuk rasa, akan ada akhir yang bahagia tercerahkan untuk masalah Hong Kong. Saya tidak ragu!," tulis Trump di akun Twitter sebagaimana dikutip dari Reuters, 15 Agustus 2019.

    Trump membuat pernyataan itu beberapa jam srtelah Kementerian Luar Ngeri mengatakan kekhawatiran mendalam mengenai laporan gerakan pasukan paramiliter Cina spanjang perbatasan Hong Kong.

    Kementerian Luar Negeri Cina menanggapi pernyataan Trump dengan mengatakan Beijing perlu menyelesaikan krisis di Hong Kong dengan caranya sendiri.

    Media Global Times yang dikendalikan oleh Cina dalam editorialnya menyatakan, Cina memiliki opsi ikut campur tangan secara paksa untuk mengakhiri protes diwarnai kekerasan ini, hanya saja Beijing belum memutuskan untuk campur tangan secara paksa memadamkan kerusuhan Hong Kong.

    Media ini pun mengungkapkan bahwa polisi bersenjata telah berkumpul di Shenzhen dan melakukan latihan di kota perbatasan Hong Kong Ini.

    "Polisi bersenjata Rakyat berkumpul di Shenzhen telah memberikan peringatan yang jelas kepada perusuh Hong Kong," kata surat kabar itu.

    Trump sebelumnya menyatakan Cina telah mempersiapkan pasukan militernya di daerah yang dekat dengan Hong Kong untuk memadamkan demonstrasi yang sudah berlangsung berbulan-bulan untuk menuntut RUU Ekstradisi Cina dihapus. Xi Jinping belum mengeluarkan pernyataan tegas tentang unjuk rasa besar-besaran ni. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.