Polisi Hapus Foto Pelaku Kriminal karena Dijadikan Lelucon

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Terpaksa Hapus Foto Kriminal Karena Dijadikan Lelucon Oleh pengguna internet. Sumber: Gwent Police/mirror.co.uk

    Polisi Terpaksa Hapus Foto Kriminal Karena Dijadikan Lelucon Oleh pengguna internet. Sumber: Gwent Police/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Welsh di Selandia Baru menjadi sorotan para pengguna internet saat foto Jermaine Taylor seorang terduga pengedar narkoba di unggah ke media sosial. Taylor adalah buronan dan publikasi fotonya sebagai bagian dari upaya memerangi kejahatan.

    Dalam foto yang diunggah, Taylor terlihat dengan tatanan rambut yang tidak biasa atau unik. Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar dari para pengguna internet.

    Banyak dari komentar yang masuk malah mencandai tatanan rambut terduga pelaku kejahatan itu. Surat kabar New Zealand Herald menulis unggahan itu mendapat 84.000 komentar dan sudah dibagikan 14 ribu kali sebelum akhirnya Kepolisian Gwent menghapusnya.

    "Dia keluar dari kompleks tepat jam 7.30 malam, dan garis rambutnya jam 7.45 malam," komentar seorang pengguna internet.

    Menanggapi derasnya komentar yang masuk, Kepolisian pun angkat suara. Foto Taylor sekarang sudah dihapus dari media sosial karena beberapa komentar yang muncul dianggap terlalu jauh.

    "Kami benar-benar berterima kasih kepada semua orang yang membantu kami menemukan Jermaine Taylor, dan kami harus mengakui bahwa beberapa dari komentar ini telah membuat kami tertawa. Namun, ketika garis dilintasi dari lucu menjadi kasar, kita harus memastikan kita bertanggung jawab dan mengingatkan orang untuk berhati-hati tentang apa yang mereka tulis di media sosial. Harap diingat bahwa melecehkan, mengancam, dan melecehkan orang di media sosial bisa melanggar hukum," tulis kepolisian.

    Kepolisian pun dalam keterangannya mengingatkan para pengguna media sosial agar berhati-hati. Sebab ketika hendak mengatakan tentang foto seseorang dengan nada sangat menyerang atau karakter yang tidak senonoh, cabul, atau mengancam, maka si pemilik media sosial itu bisa diinvestigasi oleh polisi.

    MIRROR MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.