Jejak Trump, Bill Clinton Setelah Kematian Pedofil, Epstein

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeffrey Epstein, manajer pengelola dana, kaya raya dan menjalin pertemanan dengan sejumlah pemimpin dunia, pengusaha tajir, hingga artis-artis top Hollywood. [BUSINESS INSIDER]

    Jeffrey Epstein, manajer pengelola dana, kaya raya dan menjalin pertemanan dengan sejumlah pemimpin dunia, pengusaha tajir, hingga artis-artis top Hollywood. [BUSINESS INSIDER]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump menyebut mantan presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, terlibat dalam kematian teman lamanya yang juga miliarder AS, Jeffrey Epstein, di dalam penjara pada Sabtu lalu, 10 Agustus 2019. Epstein tewas diduga akibat bunuh diri setelah didakwa melakukan kejahatan pedofil, dan perbudakan seks. Media Amerika memberinya julukan predator anak. 

    Trump menyebut nama Clinton lewat retweet akun aktor komedi dan komentator, Terence K. Williams tentang pernyataan Epstein yang tewas bunuh diri di selnya di penjara di AS setelah didakwa sebagai predator anak selama bertahun-tahun.

    #JeffreyEpstein memiliki informasi tentang Bill Clinton & sekarang dia tewas," retweet Trump.

    Di paragrap terakhir, Trump membuat hashtag: #EpsteinSuicide #ClintonBodyCount #ClintonCrimeFamily.

    Trump juga meretweet akun Twiter BNL News dengan menuliskan:

    "BREAKING: Dokumen yang dibuka kemarin mengungkap bahwa top Demokrat termasuk Bill Clinton, melakukan perjalanan pribadi ke pulau pedofilia Jeffrey Epstein."

    Menurut laporan Daily Mail, 10 Agustus 2019, Clinton telah merilis bantahan tentang keterlibatannya dengan kasus yang menjerat Epstein. Clinton merilisnya setelah Epstein ditangkap Juli 2019 atas tuduhan predator anak.

    "Presiden Clinton tidak tahu apa-apa mengenai kejahatan Jeffrey Epstein yang dituduh bersalah di Florida beberapa tahun lalu, atau yang baru-baru ini didakwa di New York," ujar pernyataan yang dirilis dari kantor Clinton.

    Presiden Clinton mengakui pada tahun 2002 dan 2003 melakukan perjalanan sebanyak 4 kali dengan pesawat pribadi Epstein ke Eropa, Asia, dan Afrika. Kunjungan itu terkait juga dengan kerja Yayasan Clinton.

    Clinton juga membenarkan pernah bertemu Epstein di kantornya di Harlem pada 2002 dan berkunjung ke apartemen miliarder ini di New York bersama seorang staf dan pengawalnya.

    Putri raksasa media Robert Maxwell, Ghislaine Maxwell, mantan kekasih Epstein, juga disebut-sebut terlibat dalam perbudakan seks Epstein.

    Seperti dituturkan Virginia Roberts Giuffre, staf Epstein saat berusia 17 tahun dan bekerja di pulau milik Epstein di Kepulauan Karibia, Epstein dan Trump merupakan teman baik.

    "Jeffrey mengatakan kepada saya bahwa Donald Trump teman baiknya," kata Giuffree dalam dokumen pengadilan saat menjadi saksi di bawah sumpah di pengadilan pencemaran nama baik Maxwell.

    Meski membantah pernah menyaksikan Clinton dan Trump berhubungan seks dengan budak-budak seks Epstein, namun Giuffre mengatakan dirinya pernah dipaksa berhubungan seks dengan sejumlah politisi terkenal Amerika, eksekutif bisnis top, presiden negara asing, hingga perdana menteri terkenal.

    Sebelum bekerja untuk Epstein, Trump merupakan bos Giuffre selama 3 tahun. Giuffre  direkrut Maxwell untuk Epstein saat dia masih bekerja di Mar-a-Lago, rumah pribadi Trump.

    Ini bukan pertama kali Epstein dijerat hukuman terkait kasus perbudakan seks. Tahun 2007, Epstein mendekam di penjara selama setahun setelah terbukti terlibat prostitusi di Florida.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.