147 Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang di India

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Nalanda Medical College Hospital India mengalami banjir setiap tahun karena posisinya terletak di daerah rendah. PTI via The Hindustan Times.

    Rumah Sakit Nalanda Medical College Hospital India mengalami banjir setiap tahun karena posisinya terletak di daerah rendah. PTI via The Hindustan Times.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Karnataka, Kerala dan Maharashtra, India meningkat menjadi 147 orang.

    Tim penyelamat bertarung dengan waktu untuk mengevakuasi orang-orang dan perairan yang terendam banjir bandang.

    Hujan deras dan tanah longsor memaksa ratusan ribu orang berlindung di kamp-kamp bantuan, sementara layanan kereta dibatalkan di beberapa daerah yang dilanda banjir.

    Di Kerala, setidaknya 57 orang tewas akibat hujan deras. Lebih dari 165 ribu orang tinggal di kamp-kamp bantuan, menurut pihak berwenang negara bagian, Minggu, 11 Agustus 2019.

    “Beberapa rumah masih tertutup lumpur sedalam 10-12 kaki. Ini menghambat pekerjaan penyelamatan,” kata kepala menteri negara bagian Kerala, Pinarayi Vijayan.

    Pihak berwenang khawatir bahwa operasi penyelamatan akan dilanda badai dan curah hujan diprediksi di beberapa bagian Kerala.

    Tahun lalu, lebih dari 200 orang tewas di Kerala dan lebih dari lima juta orang terkena dampak salah satu banjir terburuk dalam 100 tahun di negara bagian itu

    Di Karnataka, beberapa bangunan di situs warisan dunia Hampi, sebuah kota kuno, juga dilanda banjir. Sementara Karnataka, Kerala dan Maharashtra telah menjadi daerah dengan banjir terburuk tahun ini, beberapa negara lain termasuk Gujarat, Assam dan Bihar juga telah mengalami kerusakan parah akibat banjir.

    REUTERS | MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.