Ini Alasan Penumpang Dilarang Angkat Kaki ke Kursi Pesawat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang mengangkat kedua kakinya ke sandaran kursi pesawat. Sumber: passengershaming /Instagram/mirror.co.uk

    Seorang penumpang mengangkat kedua kakinya ke sandaran kursi pesawat. Sumber: passengershaming /Instagram/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Etika penerbangan diwarnai perdebatan di dunia maya setelah muncul foto seorang penumpang pesawat dalam sebuah penerbangan panjang mengangkat kedua kakinya ke sandaran kursi. Foto ini diunggah ke Instagram dengan akun 'passengershaming'.

    Dikutip dari mirror.co.uk, foto itu memperlihatkan seorang penumpang mengangkat kedua kaki telanjangnya ke sisi kursi yang terdapat layar hiburan di hadapannya. Dari cara dia duduk, tampak kalau penumpang itu menikmati dua kursi untuk dirinya sendiri dalam sebuah penerbangan kelas ekonomi.

    Unggahan itu mendapat lebih dari 7 ribu likes dan lebih dari 400 komentar sejak diunggah dua hari lalu. Ada komentar yang menyayangkan tindakan penumpang itu, ada pula yang membuatnya jadi guyonan.

    "Orang tak tahu malu ! Menjijikkan!," tulis seorang pengguna internet.

    Muncul komentar yang menyarankan agar maskapai seharusnya menyediakan kaos kaki gratis bagi para penumpang dan membebankan US$ 5 bagi penumpang yang tidak mau duduk dekat penumpang yang kakinya bau.


    Menurut Diane Gottsman, penulis buku 'etika modern untuk hidup yang lebih baik', bau kaki adalah salah satu alasan kenapa kaki seharusnya tetap ditutup selama penerbangan.

    "Setiap penumpang harus dengan bangga bahwa dia adalah pribadi yang bersih dan sangat peduli terhadap apa yang orang lain fikirkan sebelum memutuskan mengangkat kedua kaki di ruang terbuka dimana pun itu.

    Gottsman menyarankan, jika seorang penumpang berada dalam sebuah penerbangan panjang, maka bawalah sepasang kaos kaki bersih untuk ganti. Pastikan pula sepatu yang dipakai bersih, tak berbau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.