53 Negara Afrika Ikuti Forum Bisnis Infrastruktur di Bali

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur (lima dari kiri), memandu diskusi ekonomi RI-Ethiopia di Addis Ababa, 13 Juli 2019.[KBRI Addis Ababa]

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 700 peserta, baik pebisnis maupun pejabat pemerintah dari 47 negara di benua Afrika dan Indonesia akan mengikuti forum bisnis infrastruktur, Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue atau IAID pada 20-21 Agustus 2019 di Bali.

Pertemuan akbar pertama yang mempertemukan para pebisnis Afrika dan Indonesia yang didukung pemerintah kedua negara akan memfokuskan diri pada kerja sama konkrit di sektor infrastruktur.

Pertemuan IAID ini sebagai tindak lanjut dari Indonesia-Africa Forum yang diadakan di Bali pada 10-11 April 2019 yang dihadiri 233 peserta dari 47 negara Afrika.

Dari IAID ini, Indonesia menargetkan kesepakatan bisnis senilai sekitar US$ 500 juta.

"Ini target yang tidak jauh berbeda dengan target IAF di Bali," kata Desra Percaya, Direktur Jenderal Multilateral kepada di Kementerian Luar Negeri kepada sejumlah wartawan, Jumat malam, 9 Agustus 2019.

Pada IAF 2018 lalu, Indonesia dan Afrika menghasilkan kesepakatan bisnis senilai US$ 586,56 juta.

IAID yang merupakan pertemuan para pebisnis dan sejumlah pejabat pemerintah terkait akan diisi dengan penandatanganan kesepakatan bisnis , diskusi panel, pameran, dan penandatanganan dan diskusi awal Preferential Trade Agreement  tentang pemberian insentif atau kemudahan bagi para pebisnis.

Dari Indonesia, sudah ada 32 perusahaan, baik BUMN maupun swasta yang memastikan hadir di IAID di antaranya PT Waskita Karya, PT.INKA, PT PAL, Indonesia Eximbank, Pertamina, PT.Timah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Perum Peruri, PT Kimia Farma, PT Bio Farma, KADIN, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan 15 UMKM Provinsi Bali.

Mengapa pertemuan IAID ini fokus pada infrastruktur? Desra menjelaskan, 5 dari 10 kesepakatan bisnis IAF merupakan kesepakatan di bidang infrastruktur, dan 5 dari 10 peluang kesepakatan IAF juga dari sektor infrakstruktur.

Alasan lainnya, bidang infrastruktur dipandang memiliki multiflier effect yang tinggi dan memiliki peluang kerja sama konkrit di masa depan.

Indonesia memiliki kemampuan dalam menyediakan jasa infrastruktur mengingat terdapat perusahaan BUMN yang kapabel.

Bidang infrastruktur menjadi prioritas pembangunan negara-negara kawasan Afrika untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.






Pendukung Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Tunda Pembangunan Infrastruktur

1 hari lalu

Pendukung Anies Baswedan Minta Presiden Jokowi Tunda Pembangunan Infrastruktur

Pendukung Anies Baswedan meminta Presiden Jokowi menggunakan APBN untuk lebih fokus untuk membantu masyarakat menghadapi resesi ekonomi.


Menteri PUPR Targetkan Bendungan Manikin NTT Rampung di Awal 2024

2 hari lalu

Menteri PUPR Targetkan Bendungan Manikin NTT Rampung di Awal 2024

Menteri PUPR mengatakan pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ditargetkan selesai pada awal 2024.


Jokowi Perintahkan Basuki Kebut 21 Proyek: Penunjukan Langsung, Ada Syarat

2 hari lalu

Jokowi Perintahkan Basuki Kebut 21 Proyek: Penunjukan Langsung, Ada Syarat

Jokowi memerintahkan Basuki mengebut 21 proyek berdasarkan hasil rapat dan kunjungan lapangan.


Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

3 hari lalu

Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

Jokowi menjelaskan, infrastruktur dibutuhkan karena merupakan fondasi bangsa agar bisa bersaing dengan negara lain.


Tarif Listrik Tak Naik hingga Akhir 2022, Bos PLN: Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

5 hari lalu

Tarif Listrik Tak Naik hingga Akhir 2022, Bos PLN: Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

Bos PLN menegaskan pemerintah tetap menahan tarif listrik untuk periode Oktober-Desember 2022.


Terkini Bisnis: Ojo Dibandingke Soal Gunting Pita, Sri Mulyani Beri BPKP Penghargaan WTP

9 hari lalu

Terkini Bisnis: Ojo Dibandingke Soal Gunting Pita, Sri Mulyani Beri BPKP Penghargaan WTP

Gunting pita ini terkait penyelesaian proyek infrastruktur antara masa Presiden Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono.


Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

10 hari lalu

Laporan Tren Pasar: 3 Provinsi Ini Jadi Pencarian Teratas Properti di Luar Jakarta

Laporan tren pasar properti sejalan dengan angka pertumbuhan positif ketiga provinsi dalam periode Januari-Mei 2022.


Politikus Ini Kritik AHY: Jembatan Suramadu Digagas Soeharto, Dibangun Megawati, SBY Tinggal Gunting Pita

13 hari lalu

Politikus Ini Kritik AHY: Jembatan Suramadu Digagas Soeharto, Dibangun Megawati, SBY Tinggal Gunting Pita

Politikus ini mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat AHY tentang 70-80 persen pembangunan di era Presiden Jokowi adalah kinerja SBY.


Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur, Ekonom Soroti Dampaknya ke Neraca Perdagangan

15 hari lalu

Pemerintah Terus Genjot Infrastruktur, Ekonom Soroti Dampaknya ke Neraca Perdagangan

Direktur Celios Bhima Yudhistira menyoroti pemerintah yang hingga kini masih menggenjot pembangunan infrastruktur dan dampaknya ke neraca perdagangan.


AHY Klaim 70-90 Persen Pembangunan Infrastruktur Kinerja SBY, Ekonom: Tidak Relevan

16 hari lalu

AHY Klaim 70-90 Persen Pembangunan Infrastruktur Kinerja SBY, Ekonom: Tidak Relevan

Bhima Yudhistira merespons pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal pembangunan infrastruktur.