Cina Minta Diplomat Amerika Jauhi Aktivis Pro Demokrasi Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pengunjuk rasa di Hong Kong gelar jumpa pers untuk pertama kalinya pada Selasa, 6 Agustus 2019. Mereka adalah Mary Tsang (kiri), Linus Kim (tengah) and Jerry Chan (kanan), yang bukan nama sebenarnya. HKFP

    Tiga pengunjuk rasa di Hong Kong gelar jumpa pers untuk pertama kalinya pada Selasa, 6 Agustus 2019. Mereka adalah Mary Tsang (kiri), Linus Kim (tengah) and Jerry Chan (kanan), yang bukan nama sebenarnya. HKFP

    TEMPO.COBeijing – Pemerintah Cina mendesak diplomat Amerika Serikat di Hong Kong untuk berhenti mencampuri urusan internal wilayah semi-otonom itu.

    Desakan ini muncul setelah beredarnya kabar seorang diplomat AS menemui sejumlah aktivis Demokrasi di Hong Kong.

    “Kementerian Luar Negeri Cina mengekspresikan ketidakpusasan yang kuat terhadap otoritas AS,” begitu dilansir Channel News Asia pada Kamis, 8 Agustus 2019.

    Sejumlah media lokal di Hong Kong memberitakan soal adanya pertemuan antara seorang diplomat dari kantor Konsulat Jenderal AS di Hong Kong dengan sekelompok orang yang menyuarakan kemerdekaan.

    Media lokal Hong Kong yaitu Takungpao memberitakan adanya pertemuan antara anggota Partai Demosisto dan aktivis pro-Demokrasi Joshua Wong dengan Julie Eadeh, yang merupakan kepala unit politik di Konjen AS di Hong Kong.

    Soal ini, pejabat Kemenlu AS mengatakan pejabat AS bertemu secara reguler dengan berbagai pihak di Hong Kong dan Makau selama ini.

    “Contohnya, pada hari pertemuan itu, diplomat kami juga bertemu dengan kelompok legislator pro pemerintah dan pro-Demokrasi serta anggota komunitas bisnis AS dan korps konsular,” begitu penjelasan kemenlu AS.

    Demosisto merupakan partai politik yang berkampanye untuk penentuan nasib atau self-determination meski tidak sampai menyuarakan kemerdekaan.

    Situasi di Hong Kong, seperti dilansir Reuters, semakin menegang setelah unjuk rasa besar-besaran yang terjadi sejak awal tahun. Unjuk rasa ini semakin membesar sejak Juni 2019 dan kerap berakhir dengan bentrok fisik antara warga dan polisi.

    Warga Hong Kong menyuarakan penolakan terhadap legislasi ekstradisi, yang membuat mereka bisa diadili di Cina. Warga juga mengecam campur tangan Cina dengan melempari kantor perwakilan Cina saat unjuk rasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.