Diduga Membunuh Istri, Miliarder Ditangkap Setelah Buron 4 Tahun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peter Chadwick, 55 tahun, diduga telah membunuh istrinya di rumah mereka di California, Amerika Serikat. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    Peter Chadwick, 55 tahun, diduga telah membunuh istrinya di rumah mereka di California, Amerika Serikat. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang miliarder kelahiran Inggris yang melarikan diri selama empat tahun akhirnya ditangkap di Meksiko dan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi persidangan. Peter Chadwick, 55 tahun, diduga telah membunuh istrinya di rumah mereka di California, Amerika Serikat.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Kamis, 8 Agustus 2019, Chadwick mendapat kewarga negaraan Amerika Serikat lewat naturalisasi. Dia dibekuk di sebuah lokasi dekat Mexiko City setelah otoritas berwenang mengadakan sayembara berhadiah US$ 100 ribu (Rp.1,4 miliar) bagi siapa pun yang bisa menemukan Chadwick.

    "Hari ini sungguh menggembirakan. Kami menangkap buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun mari kita tidak melupakan ada kepahitan dibalik kasus ini, ada seorang korban, istri yang sudah dinikahi 21 tahun dan ibu tiga orang anak," kata Todd Spitzer, Jaksa untuk wilayah Orange.

    Kasus hukum Chadwick bermula ketika pada 2012, dia menelepon polisi dan mengklaim seorang tukang bangunan telah membunuh istrinya yang bernama Quee Choo Lim. Chadwick lalu mengatakan si pembunuh menyanderanya dan telah memaksanya menyetir hingga ke Meksiko untuk membuang jasad istrinya.

    Akan tetapi, polisi curiga karena menemukan bekas cakaran pada lehernya dan jejak darah kering di bagian bawah kuku-kukunya. Chadwick pada akhirnya membawa aparat kepolisian ke sebuah tempat pembuangan sampah akhir di San Diego, California, tempat dimana dia membuang jasad istrinya.

    Chadwick diduga mencekik istrinya sampai meninggal setelah keduanya cekcok soal konsekuensi finansial yang mungkin terjadi jika keduanya bercerai.

    Chadwick mendapatkan pundi-pundi kekayaan dari usaha real estate. Pada Desember 2012, dia dibebaskan dengan uang jaminan US$ 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar dan menyerahkan paspor Inggrisnya dan Amerika Serikatnya. Namun pada 2015, dia melarikan diri dan tampaknya telah terinspirasi dari buku-buku soal bagaimana mengubah identitas dan hidup dalam pelarian.

    Dia mencoba mengecoh polisi dengan meninggalkan sejumlah jejak yang mengindikasikan kalau dia telah melarikan diri ke Kanada. David Singer, otoritas yang memimpin perburuan terhadap miliarder Chadwick mengatakan setelah terbit sayembara senilai Rp 1,4 miliar, datang sebuah bantuan yang menunjukkan kalau Chadwick sudah ke Meksiko dan benar saja di negara itulah selama ini dia bersembunyi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.