Duterte Bakal Bertemu Xi Jinping Bahas Sengketa Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto 19 April 2018 ini, menunjukkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bercanda kepada fotografer ketika dia memegang senapan Galil buatan Israel yang dipamerkan oleh mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jenderal Ronald

    Foto 19 April 2018 ini, menunjukkan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bercanda kepada fotografer ketika dia memegang senapan Galil buatan Israel yang dipamerkan oleh mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jenderal Ronald "Bato" Dela Rosa di upacara pergantian-komando di Kamp Crame di kota Quezon timur laut Manila. (AP Photo / Bullit Marquez, File)

    TEMPO.COManila – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, bakal bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, untuk mendiskusikan putusan arbitrase dalam kasus sengketa kepemilikan wilayah maritim di Laut Cina Selatan.

    Duterte mendapat desakan kuat dari publik Filipina untuk bersikap tegas terhadap Cina soal ini.

    Saat ini, Duterte menikmati dukungan 80 persen publik Filipina berdasarkan survei yang digelar beberapa waktu lalu.

    Juru bicara Presiden, Salvador Panelo, mengatakan dia telah bertanya kepada Duterte soal siapa yang menggagas rencana pertemuan ini.

    “Ingat saat saya bilang sebelumnya bahwa akan ada waktu saya akan mengangkat putusan arbitrase ini?” kata Panelo mengutip Duterte kepada media seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 7 Agustus 2019.

    Panelo melanjutkan dengan mengutip Duterte,”’Inilah waktunya. Itu sebabnya saya akan ke sana’. Itu yang dikatakan Presiden.”

    Panelo tidak mengungkapkan detil rencana isi pembicaraan itu. Namun, rencananya duterte bakal datang ke Cina sebelum akhir Agustus 2019 ini.

    Menurut Panelo, Duterte juga akan mengangkat isu soal kerja sama eksplorasi energi di Zona Ekonomi Ekslusif, yang dinilai menyimpan kekayaan alam berlimpah.

    Rencana pertemuan ini digelar saat Cina mendapat tekanan dunia internasional terkait klaim sepihak Cina atas kawasan Laut Cina Selatan.

    Baru-baru ini seusai rapat menteri Luar Negeri Asia di Bangkok, Thailand, Menlu AS, Mike Pompeo, mengatakan,”Cina berperilaku buruk dalam perdagangan dan klaim laut selama puluhan tahun.”

    Hubungan Filipina dan Cina mulai menegang belakangan terkait insiden ‘serbuan’ lebih dari 100 kapal nelayan Cina di dekat pulau yang dikuasai Filipina.

    Kapal nelayan Cina juga dituding menabrak kapal nelayan Filipina hingga rusak dan tenggelam beberapa waktu lalu.

    Ketegangan kedua terkait lewatnya lima kapal perang Cina pada Juli 2019 di kawasan laut 12 mil. Menhan Filipina, Delfin Lorenzana, mengatakan insiden itu menunjukkan kegagalan mengikuti protokol dan tata krama umum.

    Media Filipina yaitu Rappler melansir ini bakal menjadi kunjungan kelima Duterte ke Cina. Kunjungan terakhir ke sana terjadi pada empat bulan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.