Cina Minta Pemain Film Tidak Hadiri Golden Horse Awards Taiwan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi piala Golden Horse Awards. Sumber: wikipedia.org

    Ilustrasi piala Golden Horse Awards. Sumber: wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Perfileman Cina pada Rabu, 7 Agustus 2019 mengumumkan kalau film-film Cina dan seluruh awak perfileman negara itu untuk sementara tidak berpartisipasi pada acara Golden Horse Awards di Taiwan. Acara tersebut adalah sebuah ajang penghargaan tahunan bagi perfilman atau semacam penghargaan Oscar versi Taiwan.

    Dikutip dari reuters.com, Rabu, 7 Agustus 2019, langkah ini dilakukan setelah Golden Horse Awards pada tahun lalu menjadi ajang untuk pertanyakan kemerdekaan Taiwan, hingga memicu perdebatan antara bintang Taiwan dan Cina daratan serta para pengguna internet.

    "Kami jelas menyayangkan jika pengumuman ini benar," tulis Golden Horse Awards Taiwan, yang meyakinkan acara akan tetap diselenggarakan seperti yang sudah dijadwalkan.

    Hubungan Taiwan dan Beijing saat ini sedang diselimuti ketegangan. Hubungan semakin memburuk ketika pada akhir pekan lalu Cina mengumumkan berencana menghentikan penerbitan izin bepergian bagi individu yang hendak ke Taiwan. Rencana ini jika jadi dilakukan maka akan menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Taiwan.

    Beijing telah menggunakan panggung internasional untuk menegaskan kedaulatannya terhadap Taiwan, selain melakukan latihan militer disekitar Kepulauan Taiwan tersebut. Pemerintah daerah Taiwan berulang kali mengatakan gerakan-gerakan yang dilakukan Cina ditujukan untuk memanipulasi pemilu presiden Taiwan yang akan diselenggarakan pada Januari 2020.

    "Dari sudut pandang industri, Golden Horse Awards adalah sebuah wadah yang bagus bagi pertukaran film antar Cina - Taiwan dan Hong Kong. Tetapi beberapa orang di Taiwan harus mendapatkan konten yang sensitif secara politik di atasnya, hal-hal yang melintasi garis merah untuk daratan Cina, sehingga sifat dari penghargaan ini telah diubah," kata Dong Shu, kritikus film.

    Taiwan berstatus daerah otonomi khusus yang artinya mengatur pemerintahan sendiri dan secara demokratis memilih pemimpin sendiri. Namun Cina menyebut Taiwan sebagai provinsi yang ingin melepaskan diri dari negara itu. Cina belum mengerahkan kekuatan militer ke Taiwan karena masih mengupayakan penyatuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.