Kisah Rumah Sakit di Inggris Salah Sunat Pasien

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi operasi. Sumber: Universal Images Group Editorial/mirror.co.uk

    Ilustrasi operasi. Sumber: Universal Images Group Editorial/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pasien di sebuah rumah sakit di Inggris dilaporkan telah disunat karena kesalahan. Peristiwa ini terjadi saat pegawai rumah sakit keliru menulis identitas pasien.

    Dikutip dari foxnews.com, Rabu, 8 Agustus 2019, Terry Brazier, 70 tahun, seharusnya menjalani pemeriksaan sistoskopi, yakni pemeriksaan bagian dalam kandung kemih dan uretra. Melalui pemeriksaan ini, maka prosedur endoscopy akan dilakukan melalui urethra atau saluran pipis.

    Brazier mengaku tidak sadar dengan apa yang terjadi karena perhatiannya teralihkan saat dia berbincang dengan staf rumah sakit.

    "Mereka tidak tahu apa yang harus dikatakan saat mereka tahu apa yang telah mereka lakukan, mereka mengatakan ingin berbicara dengan saya," kata Brazier.

    ilustrasi operasi. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    Saat mengetahui hal yang sebenarnya terjadi, Brazier sangat terkejut. Direktur Rumah Sakit Leicester, Inggris, Andrew Furlong mengatakan pihaknya sungguh minta maaf atas kesalahan yang terjadi.

    "Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf pada Mr. Brazier," kata Furlong.

    Menurut Furlong, pihaknya akan mengungkap kesalahan ini secara serius dengan melakukan sebuah investigasi guna memastikan pihaknya mengambil pelajaran dari insiden ini dan berusaha tidak terjadi kesalahan serupa.

    "Kami tidak bisa mengubah hal yang sudah terjadi, kami berharap uang ini bisa menjadi kompensasi," kata Furlong, dimana pihak Rumah Sakit Leicester, Inggris, memberikan uang kompensasi US$ 24,000 atau sekitar Rp 343 juta karena telah salah sunat pasien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.