Dilabel Manipulator Mata Uang, Cina Peringatkan Kekacauan Global

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang Cina, Yuan. STR/AFP/Getty Images

    Mata uang Cina, Yuan. STR/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Bank Sentral Cina menentang keras keputusan pemerintah Amerika Serikat melabel Beijing sebagai manipulator mata uang, seraya memperingatkan Washington akan dampaknya terhadap kekacauan keuangan internasional.

    "Pihak AS mengabaikan fakta dan secara tidak masuk akal melabel Cina sebagai manipulator mata uang," kata Bank Rakyat Cina dalam pernyataannya di situs resmi bank sentral Cina itu, seperti dilansir dari Channel News Asia, 6 Agustus 2019. 

    Untuk pertama kali Cina memberikan reaksi segera atas kebijakan pemerintahan Trump terkait perang dagang kedua negara. 

    Selain akan membuat kekacauan keuangan internasional, pelabelan Cina sebagai manipulator mata uang akan mengakibatkan kekacauan pasar keuangan begitu juga mencegah pulihnya perekonomian global dan perdagangan.

    Bank Rakyat Cina itu menegaskan, Cina belum menggunakan dan tidak akan menggunakan nilai tukar sebagai alat untuk menangani sengketa perdagangan.

    Cina pun menyarankan AS untuk mengekang kudanya sebelum terjun ke jurang, dan menyadari kesalahannya, dan berbalik dari jalan yang salah," saran Bank Rakyat Cina itu.

    AS untuk pertama kali sejak tahun 1994 melabel Cina sebagai manipulator mata uang hanya beberapa jam sebelumnya Beijing membiarkan yuan terjun ke level terendahnya dalam 11 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.