Trump Resmi Masukkan Cina dalam Daftar Manipulator Mata Uang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina.  REUTERS/Jason Lee

    Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan presiden Donald Trump resmi memasukkan nama Cina dalam daftar manipulator mata uang setelah beberapa jam sebelumnya Beijing membiarkan yuan tenggelam hingga ke level terendahnya dalam 11 tahun.

    Trump melalui akun Twiter menuding Beijing sengaja mendeprisiasi yuan. Langkah semacam ini telah dimanfaatkan untuk mencuri bisnis dan pabrik AS.

    "Melukai kerja kami, pekerja kami depresi, upah, dan merusak harga-harga pertanian kami. Tidak ada lagi!", tweet Trump.

    Mengutip laporan CNN, Bank Rakyat Cina membiarkan yuan jatuh lebih rendah dari 7 yuan terhadap dollar Amerika. Hal ini dianggap sebagai penanda psiklogis yang penting untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

    Beijing diduga melakukan pembalasan menyusup ancaman Trump untuk menaikkan tarif sebesar 10 persen terhadap produk Cina senilai US$300 juta.

    Depresiasi yuan hadir setelah perang dagang yang sudah berlangsung berbulan-bulan antara Washington dan Beijing yang diwarna dengan saling menjatuhkan sanksi ekonomi dan sejumlah negosiasi.

    Pelabelan ini bukan secepatnya memicu munculnya sanksi, namun di lihat oleh pemerintahan lain sebagai provokasi.

    Kementerian Keuangan AS beberapa kali bungkap terhadap pemberian label kepada Cina sebagai manipulator mata uang. Sebaliknya, Kementeriaan Keuangan AS menempatkan Cina dalam daftar monitor untuk mengkaji mitra dagang AS itu bersama 8 negara lainnya.

    Mengutip South China Morning Post, Kementerian Keuangan AS memasukkan Cina dalam daftar manipulator mata uang. Setelah itu, AS akan bekerja sama dengan IMF untuk menghapus persaingan tidak sehat yang diciptakan Cina lewat aktivitasnya yang terbaru.

    Namun Bank Rakyat Cina membantah telah mendevaluasi yuan sebagai balasan terhadap masalah tarif AS.

    "Cina tidak akan terlibat dalam devaluasi kompeteitif, dan tidak menggunakan nilai tukar untuk tujuan kompetitif dan tidak menggunakan nilai tukar sebagai alat untuk mengatasi gangguan eksternal seperti sengketa dagang," kata Yi Gang, gubernur Bank Rakyat Cina, seperti dikutip dari South China Morning Post,6 Agustus 2019.

    Pemberian label manipulator mata uang terhadap Cina merupakan yang pertama sejak awal 1994 di bawah pemerintahan presiden Bill Clinton. 

    Sejumlah analis memperkirakan depresiasi mata uang Yuan tidak terlalu berpengaruh positif terhadap perekonomian global. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.