Sekjen NATO Sebut Pelaku Teror Coba Saling Menginspirasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penembakan massal terjadi di kawasan parkir mobil di Walmart, El Paso, Texas. Korban tewas setidaknya 20 orang. Sumber: mirror.co.uk

    Penembakan massal terjadi di kawasan parkir mobil di Walmart, El Paso, Texas. Korban tewas setidaknya 20 orang. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.COWellington – Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg semua negara harus bekerja sama untuk menghentikan pelaku serangan teror individu, yang saling menginspirasi satu sama lain terkait serangan teror di masjid di Christchurch, Selandia Baru.

    Stoltenberg mengatakan ini saat mengunjungi masjid di Christchurch, yang menjadi lokasi penembakan masal oleh pelaku penembakan Brenton Tarrant, yang menewaskan sekitar 51 orang pada Maret 2019. Tarrant mengusung semangat supremasi kulit putih dan anti-imigran saat menyerang jamaah Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

    “Serangan-serangan ini dilakukan oleh penyerang individu tapi mereka pada saat yang sama saling terkoneksi karena mereka menggunakan satu sama lain sebagai inspirasi dan mereka merujuk satu sama lain dalam pernyataan manifesto yang dibuat,” kata Stoltenberg seperti disiarkan stasiun televisi TVNZ dan dikutip Reuters pada Senin, 5 Agustus 2019.

    Stoltenberg mengatakan ini pada saat terjadinya dua serangan penembakan massal di Amerika Serikat yaitu di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio. Serangan ini menewaskan masing-masing 20 orang dan 9 orang.

    “Ini menunjukkan bahwa kita harus melawan terorisme dengan beragam cara, dengan beragam alat,” kata Stoltenberg.

    Penembak massal di Texas, yang menewaskan 20 orang, menyatakan dukungan terhadap Tarrant dalam manifestonya.

    Otoritas Selandia Baru sedang menyidang kasus serangan teror Tarrant di pengadilan. Dia mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan.

    Menurut Stoltenberg, masyarakat harus mendukung nilai-nilai kebebasan, keterbukaan dan toleransi.

    “Kita melihat banyak dari teroris ini adalah bagian dari kita,” kata Stoltenberg. “Mereka tumbuh di dalam negeri, mereka berasal dari masyarakat kita sendiri. Jadi ini adalah soal mengatasi akar masalah.”

    PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan negaranya hanya ingin dikenang sebagai negara yang menolak tindak kekerasan dan kebencian.

    Pelaku serangan teror di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, menggunakan senapan semiotomatis untuk menembaki jamaah dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat, 15 Maret 2019. 50 orang tewan dan 48 orang terluka. Heavy

    Ardern bakal menjamu Stoltenberg pada Selasa besok. “Ini adalah tantangan global,” kata Ardern dalam jumpa pers.

    “Tentu saja kita dapat melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk mengalahkan kebencian, kekerasan, dan rasisme di dalam negara kita. Tapi, sebagai komunitas internasional, kita seharusnya bersatu melawan tindakan kebencian, kekerasan, dan terorisme,” kata dia.

    Sydney Morning Herald melansir serangan teror oleh Tarrant telah menginspirasi serangan di Walmart di El Paso, Texas. Serangan Tarrant ini juga dijadikan alasan oleh John Earnest untuk mencoba membakar masjid di San Diego, AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.