Pria Ditangkap karena Buang Kulkas ke Jurang, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang lelaki terekam melempar kulkas bekas ke sebuah jurang di Spanyol. Dia ditahan karena dianggap melanggar undang-undang Lingkungan. CNN

    Seorang lelaki terekam melempar kulkas bekas ke sebuah jurang di Spanyol. Dia ditahan karena dianggap melanggar undang-undang Lingkungan. CNN

    TEMPO.CO, Almeria - Polisi menahan seorang lelaki di Spanyol karena membuang kulkas bekas ke dalam sebuah jurang. Lelaki itu juga merekam adegan ini dan terlihat mengolok-olok perlunya pengolahan limbah.

    “Petugas meminta lelaki itu untuk mengambil kembali kulkas bekas itu dan menaikkannya ke atas sisi jurang seperti sedia kala,” begitu dilansir CNN mengenai insiden yang terjadi di kawasan Almeria pada Jumat, 2 Agustus 2019.

    Menurut polisi Spanyol, pelaku bekerja untuk sebuah perusahaan yang mendisitribusikan peralatan rumah tangga. Kasus ini muncul ke permukaan karena rekaman lelaki itu membuang kulkas ke jurang menjadi viral di sosial media.

    “Pengadilan akan memutuskan apakah lelaki itu akan menghadapi denda administratif atau sanksi yang lebih berat karena melanggar undang-undang lingkungan,” kata Luis Gonzalez, juru bicara polisi Spanyol, seperti dilansir CNN.

    Rekaman yang beredar di sosial media menunjukkan lelaki yang tidak disebut namanya ini mengeluarkan kulkas dari dalam sebuah mobil minivan dan mendorongnya ke dalam jurang. Nomor pelat polisi mobil itu terlihat jelas di dalam video.

    Pelaku dan perekam adegan ini terdengar mengatakan,”Daur ulang.. mari kita daur ulang. Coba kita lihat bisa berapa kali kulkas ini berputar-putar saat jatuh.”

    Polisi juga sedang menginvestigasi fasilitas penyimpanan milik perusahaan yang terkait pembuangan kulkas ini. Mereka menemukan ada 50 mesin cuci yang ditaruh di halaman gudang di tengah-tengah semak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.