Iran - UEA Sepakat Keamanan Maritim Teluk, Ajak Arab Saudi Dialog

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua helikopter Angkatan Laut Amerika terbang di atas kapal cepat Garda Revolusi Iran yang mendekati kapal induk USS George H. W. Bush di Selat Hormuz, 21 Maret 2017.  REUTERS/Hamad I Mohammed

    Dua helikopter Angkatan Laut Amerika terbang di atas kapal cepat Garda Revolusi Iran yang mendekati kapal induk USS George H. W. Bush di Selat Hormuz, 21 Maret 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran dan UEA sepakat untuk menguatkan hubungan diplomatik untuk memastikan keamanan maritim di Teluk Arab.

    Pernyataan ini adalah hasil pertemuan antara Brigadir Jenderal Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Rezaei dan Komandan Penjaga Pantai UEA Brigadir Jenderal Mohammed Ali Musleh Al Ahbabi.

    Menurut laporan Middle East Monitor, 1 Agustus 2019, pertemuan pada Rabu kemarin di Teheran membahas penguatan hubungan diplomatik dua negara Timur Tengah yang telah bersitenggang.

    "Kami telah membangun hubungan bersejarah di berbagai tingkat dan bidang dengan UEA, dan hubungan ini berlanjut hari ini antara investor dan nelayan," kata Rezaei menyambut delegasi UEA.

    Dia menyatakan bahwa negaranya menghadapi kelompok-kelompok teroris di wilayah perbatasan Iran, menekankan bahwa "penyelundupan adalah dilema utama bagi pasukan perbatasan di kedua negara."

    "Pertemuan ini akan menjadi terobosan untuk mencapai tingkat keamanan tinggi dan meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara yang berkontribusi pada keamanan berkelanjutan rakyat Iran dan rakyat Emirat," tambahnya. "wilayah Teluk yang strategis dan Laut Oman harus dipulihkan oleh rakyat mereka dan tidak membiarkan negara lain membahayakan keamanan regional kita."

    Al Ahbabi menyambut perkembangan hubungan perbatasan antara kedua negara, menurut IRNA.

    "Iran adalah pelopor dalam melawan perdagangan narkoba, dan kami, sebagai Penjaga Pantai UEA, menghargai tindakannya dalam hal ini," kata Al Ahbabi, dikutip IRNA. "Intervensi beberapa negara di jalur pelayaran internasional menimbulkan masalah di kawasan itu, yang menyerukan peningkatan hubungan untuk membangun keamanan di Teluk dan Laut Oman."

    Iran juga berharap Arab Saudi, sekuru regional UEA melawan pengaruh Iran, bisa ikut diskusi untuk meredam konflik di Teluk.

    "Jika Arab Saudi siap untuk berdialog, kami selalu siap untuk berdialog dengan tetangga kami," kata Menlu Iran Mohammed Javad Zarif seperti dikutip dari Reuters. "Kami tidak pernah menutup pintu untuk berdialog dengan tetangga kami."

    Hubungan UEA-Iran tidak stabil karena perselisihan di tiga pulau: Greater Tunb dan Lesser Tunb dan Abu Musa, yang dituduhkan Abu Dhabi oleh Teheran.

    Ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab telah diperburuk oleh konflik lima tahun antara pasukan pemerintah, yang didukung oleh aliansi Arab, di mana UEA adalah anggota meskipun ada penarikan sebagian pasukan baru-baru ini, serta tudingan Iran mendukung Houthi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.