Cina Menolak Amerika Angkat Isu HAM Soal Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa di distrik Yuen Long, Hong Kong, melarikan diri saat ditembaki gas air mata oleh petugas. SCMP

    Pengunjuk rasa di distrik Yuen Long, Hong Kong, melarikan diri saat ditembaki gas air mata oleh petugas. SCMP

    TEMPO.COBeijing – Pemerintah Cina menolak keras klaim keliru dari Ketua Komite Hubungan Luar Negeri DPR Amerika Serikat, Eliot Engel, terkait Hong Kong.

    Cina menuding Engel membuat klaim keliru mengenai kekuasaan Partai Komunis Cina atas Hong Kong.

    Engel membuat pernyataan pada Jumat pekan lalu bahwa dia merasa, “Sangat prihatin dengan adanya laporan tindakan brutal polisi di Hong Kong dan mengritik Beijing yang meningkatkan respon keras dan propaganda terhadap pengunjuk rasa.”

    “Apa kualifikasi dari politikus Amerika untuk mengritik HAM di Hong Kong, kebebasan dan kedaulatan hukum,” begitu pernyataan pejabat perwakilan Cina di Hong Kong.

    Pemerintah Cina mendesak politikus asing untuk berhenti mengirim sinyal keliru terhadap tindakan perilaku yang keras ini.

    Ini merupakan reaksi terakhir pemerintah Cina atas kritik dari sejumlah politikus AS dan Inggris atas terjadinya kerusuhan dalam menanggulangi unjuk rasa anti-legislasi ekstradisi di Hong Kong.

    Unjuk rasa ini, seperti dilansir Channel News Asia, telah mengguncang stablitas Hong Kong, yang selama ini tenang dan menjadi salah satu pusat industri keuangan global.

    Unjuk rasa ini semakin melebar dengan mengangkat isu reformasi demokrasi termasuk kebebasan berpendapat. Ini untuk merespon penyerangan kelompok preman triad pada Ahad dua pekan lalu, yang melukai 45 orang di distrik Yuen Long, Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.