Pejabat Nuklir Iran Sebut Bakal Aktifkan Reaktor Nuklir Arak

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ruang uji coba yang digunakan untuk melakukan eksperimen eksplosif tinggi untuk bom nuklir milik Iran.[Haaretz]

    Foto ruang uji coba yang digunakan untuk melakukan eksperimen eksplosif tinggi untuk bom nuklir milik Iran.[Haaretz]

    TEMPO.COTeheran – Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan instalasi reaktor nuklir Arak akan segera diaktifkan.

    Seperti dilansir kantor berita ISNA, komponen air berat atau heavy water dapat digunakan pada reaktor nuklir untuk memproduksi plutonium, yang bisa digunakan sebagai hulu ledak bom nuklir.

    “Salehi mengatakan soal ini kepada anggota parlemen Iran pada Ahad,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 28 Juli 2019.

    ISNA menyebut sumber informasi ini berasal dari seorang anggota parlemen Iran yang menghadiri pertemuan dengan Salehi.

    Iran mulai mengurangi pelaksanaan komitmen yang diatur dalam perjanjian nuklir 2015 pada Mei 2019 setelah AS menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

    Iran mengeluhkan sanksi ekonomi oleh AS yang membuat rakyatnya mengalami kesulitan dalam bertransaksi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini karena AS mengenakan larangan dan sanksi kepada semua negara yang membeli minyak mentah dari Iran.

    AS juga melarang Iran menggunakan mata uang dolar dalam transaksi ekspor dan impor. Iran juga mengeluhkan manfaat ekonomi yang dijanjikan dalam perjanjian nuklir itu tidak terealisasi.

    Ini karena tiga negara Eropa yang meneken perjanjian itu yaitu Inggris, Prancis dan Jerman, belum bisa berdagang secara langsung dengan Iran karena adanya ancaman sanksi dari AS.

    Seperti dilansir Aljazeera, Iran mengatakan telah memproduksi uranium kadar rendah yaitu 3.67 persen melebihi kuota tahunan sekitar 300 kilogram. Iran juga berencana mengembalikan pengayaan uranium pada level 20 persen seperti sebelum perjanjian nuklir diteken.

    Presiden AS, Donald Trump, telah mengatakan Iran sebaiknya berhati-hati dalam keputusannya soal nuklir.

    Uni Eropa juga meminta Iran agar tetap berkomitmen dan menjaga perjanjian nuklir 2019 hingga masalah manfaat ekonomi bisa diselesaikan.

    Lima negara penandatangan perjanjian nuklir baru saja bertemu dengan delegasi Iran di Wina, Austria, pada Ahad, 28 Juli 2019. Saat pertemuan, delegasi Iran mengatakan akan tetap mengurangi pelaksanaan komitmen perjanjian nuklir hingga manfaat ekonomi yang diatur dalam perjanjian nuklir itu diperoleh.

    Delegasi Cina mengatakan semua pihak menunjukkan komitmen untuk menjaga perjanjian nuklir ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.