FBI Bongkar Penjualan Jasad Manusia Ilegal, Keluarga Menggugat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Sumber Daya Biologi di Arizona, AS yang menjual jasad tubuh manusia hasil donasi untuk meraup uang ribuan dollar. [NEW YORK POST.COM]

    Kantor Pusat Sumber Daya Biologi di Arizona, AS yang menjual jasad tubuh manusia hasil donasi untuk meraup uang ribuan dollar. [NEW YORK POST.COM]

    TEMPO.CO, Jakarta - FBI menemukan pemandangan mengerikan layaknya film Frankenstein saat menggrebek Pusat Sumber Daya Biologi di Arizona, AS, di antaranya berupa sekeranjang potongan jasad manusia, ruang pendingin berisikan alat genital pria dan bagian kepala wanita yang dijahit ke bagian tubuh pria.

    Temuan itu diungkap dalam dokumen gugatan 33 anggota keluarga korban terhadap lembaga itu atas penyalahgunaan jasad anggota keluarga mereka dengan memperjualbelikan jasad-jasad itu demi mendapatkan uang. Pusat Sumber Daya Biologi itu sudah ditutup sejak kasus ini terungkap tahun 2014. 

    Seperti dikutip dari New York Post, 25 Juli 2019, mantan agen khusus FBI, Mark Cwynar melukiskan kengerian saat polisi FBI menggrebek pusat penelitian ilmiah itu.

    Pusat Sumber Daya Biologi yang membawa jasad korban dari keluarganya secara gratis mengatakan jasad itu akan digunakan untuk penelitian ilmiah. Namun ternyata jasad itu diperjualbelikan dengan berbagai pihak.

    Reuters yang menyajikan laporan panjang tentang kasus penjualan tubuh manusia oleh pusat penelitian Biologi di Arizona. Lebih dari 2.800 orang menjadi donor untuk pusat penelitian ini.

    Seorang jagal di Pusat Sumber Daya Biologi di Arizona, Sam Kazemi menuturkan kepada Reuters cara memutilasi jasad-jasad itu lalu dijual sesuai pesanan.

    Lembaga ini diduga meraup uang ribuan dollar AS atas penjualan jasad-jasad manusa itu.

    Misalnya dalam daftar tarif disebutkan, untuk harga satu tubuh utuh, senilai US$5,893 atau setara dengan Rp 82,5 juta. Untuk seluruh tubuh anak laki-laki tanpa kepala atau pundak dijual seharga US$ 2,900. Dan jika hanya bagian punggung saja dijual seharga US$ 950.

    Pemerintah Arizona pada tahun 2017 telah mengeluarkan peraturan yang melarang perusahaan donasi jasad manusia beroperasi tanpa izin. Namun, kenyataannya peraturan itu belum dilaksanakan.

    Kasus penjualan jasad manusia oleh Pusat Penelitian Biologi Arizona akan dibawa ke pengadilan Tinggi Kota Maricopa pada 21 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.