Amerika Serikat Tak Mau Jual F-35 ke Turki, Ini kata Erdogan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam pernyataan Penasehat Keamanan AS, John Bolton, agar negaranya melindungi pasukan milisi Kurdi YPG pasca penarikan pasukan AS dari Kota Manbij, Suriah. Reuters.

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam pernyataan Penasehat Keamanan AS, John Bolton, agar negaranya melindungi pasukan milisi Kurdi YPG pasca penarikan pasukan AS dari Kota Manbij, Suriah. Reuters.

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki akan beralih ke tempat lain untuk membeli jet tempur jika Amerika Serikat tidak akan menjualnya jet F-35. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan keputusan Amerika Serikat menghalau Ankara dari daftar pembeli jet tempur F-35 tidak akan mencegah negaranya dalam memenuhi kebutuhannya.

    "Apakah Anda tidak akan memberikan kami F-35? Oke, beri kami pengecualian karena kami sekali lagi akan mengambil langkah-langkah pada hal ini dan kami akan mencari tempat lain," kata Presiden Erdogan di hadapan simpatisan Partai AK, seperti dikutip dari reuters.com, Sabtu, 27 Juli 2019.

    Dikatakan Erdogan, meskipun pihaknya tidak akan mendapatkan F-35, Ankara akan membeli jet tempur tingkat tinggi dari Boeing dan kesepakatan mengenai ini sudah ditanda-tangani. Turki bahkan sudah membayar uang muka.

    Dua jet tempur siluman Lockheed Martin Corp F-35 terbang saat tampil dalam acara Avalon Airshow in Victoria, Australia, 3 Maret 2017. Australian Defence Force/Handout via REUTERS

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat mengatakan telah menghapus Turki dari program F-35 karena dianggap sebagai ancaman. Hal itu diungkap setelah Ankara membeli dan menerima pengiriman rudal pertahanan S-400 yang dibeli Turki dari Rusia, dimana hal ini dilihat Washington sebagai sebuah ancaman.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 26 Juli 2019 mengatakan dia tak menyalahkan Turki karena membeli sistem pertahanan udara dari Rusia. Saat yang sama, dia pun belum membocorkan kapan Turki akan dijatuhi sanksi karena melakukan aktivitas bisnis dengan militer Rusia, dimana hal ini berdasarkan undang-undang Amerika Serikat 2017.

    "Kami memonitor situasi Turki keseluruhan, situasi yang sulit, saya tidak menyalahkan Turki karena banyak yang terjadi di sana," kata Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.