Gelombang Panas Eropa Tembus 41 Derajat Celsius

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak laki-laki bermain dengan air di pancuran pada hari musim panas di Brussels, Belgia, 25 Juli 2019. [REUTERS / Yves Herman]

    Seorang anak laki-laki bermain dengan air di pancuran pada hari musim panas di Brussels, Belgia, 25 Juli 2019. [REUTERS / Yves Herman]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerman, Prancis, Inggris, Belanda dan negara Eropa barat lain dilanda gelombang panas tertinggi pada Kamis kemarin ketika suhu menembus 41 derajat Celsius.

    Suhu panas melanda Eropa setelah udara panas dari Gurun Sahara bergerak ke utara menuju Eropa oleh tekanan udara tinggi.

    Paris dilanda suhu tertinggi dan Inggris melaporkan suhu terpanas untuk Juli.

    Menurut laporan Reuters, 26 Juli 2019, di Kota Lingen Jerman suhu tembus 41,5 derajat Celsius selama dua hari. Suhu pada Kamis ini serupa dengan suhu di ibu kota negara Teluk.

    New York Times melaporkan orang-orang Paris menyerbu air mancur Trocadero, orang-orang Wina mendinginkan diri mereka dalam pancuran kota, dan orang-orang Amsterdam menyelupkan kaki mereka di kolam untuk anak-anak yang diubah menjadi kafe.

    Orang-orang berjemur di dekat air mancur Trocadéro di Paris pada hari Kamis.[Andrea Mantovani/The New York Times\]

    Prancis dan Jerman terpaksa mengurangi output pembangkit listrik tenaga nuklir mereka, sementara di Inggris layanan kereta api terganggu.

    Otoritas kesehatan mengeluarkan peringatan kepada para lansia, terutama yang rentan terhadap kenaikan suhu. Di kota-kota, anak-anak bermain air mancur untuk mendinginkan diri.

    "Sangat panas saat ini. Saya melihat 42 derajat (Celcius) diperkirakan untuk hari ini (Kamis)," kata turis Prancis berusia 19 tahun Ombeline Massot di ibu kota distrik Montmartre.

    Suhu di Paris menyentuh 42,6 derajat Celsius pada sore hari, menembus rekor suhu panas Paris 40,4 derajat Celsius yang tercatat pada Juli 1947.

    Di Inggris, suhu mencapai puncaknya untuk Juli, mencapai 38,1 derajat Celsius, kata BMKG Inggris. Temperatur, yang direkam di Cambridge, mengalahkan rekor suhu Juli sebelumnya yakni 36,7 derajat Celcius pada tahun 2015.

    Ini adalah suhu tertinggi kedua yang tercatat di Inggris. Hari terpanas di Inggris tercatat pada Agustus 2003 dengan suhu 38,5 derajat Celsius.

    Di Belanda selatan, suhu mencapai angka pada 40,4 derajat Celsius, melampaui 40 derajat Celsius untuk pertama kalinya dalam catatan BMKG Belanda. Angka ini memecahkan rekor nasional 39,3 derajat Celsius yang ditetapkan pada hari sebelumnya. Sebelum minggu ini, rekor panas Belanda mencapai 38,6 derajat Celsius dan telah bertahan selama 75 tahun.

    Relawan dapat terlihat di jalan-jalan Paris pada hari Kamis membagikan air, dan Balai Kota memperkenalkan pembatasan pada mobil karena polusi udara.

    Di Jerman, semua wilayah kecuali pantai timur laut berada di bawah peringatan panas, dengan pejabat mendesak orang untuk minum air yang cukup dan menghindari keluar rumah di sore hari.

    Di Austria, dinas kereta api nasional mulai mengecat hamparan lintasan dengan warna putih untuk mencegah pantulan panas. Proyek serupa sedang berlangsung di beberapa bagian Jerman dan Swiss.

    BMKG Inggris menempatkan lima dari sembilan wilayah Inggris, termasuk London, pada Level 3, situasi satu tingkat dari status darurat nasional.

    "Ini hanya kedua kalinya suhu lebih dari 100 Fahrenheit (37,7 Celsius) telah dicatat di Inggris," kata BMKG Inggris.

    Musim panas terpanas di Eropa dalam 500 tahun terakhir telah melanda dalam 17 tahun terakhir, kata para ilmuwan. Beberapa gelombang panas telah dikaitkan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan di tahun-tahun mendatang, kata ilmuwan, gelombang panas kemungkinan akan zona beriklim dingin seperti Eropa utara.

    Gelombang panas yang melanda Eropa diperkirakan akan bertahan hingga Jumat waktu setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.