Cina Siap Perang, Kapal Perang Amerika Sambangi Selat Taiwan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • USS Antietam.[cpf.navy.mil]

    USS Antietam.[cpf.navy.mil]

    TEMPO.COTaiwan – Kapal perang Amerika Serikat berlayar melewati Selat Taiwan beberapa jam setelah pemerintah Cina mengatakan siap berperang jika ada yang mencoba memisahkan Taiwan dari Cina daratan.

    Kapal Perang Antietam, yang merupakan Armada Angkatan Laut ke-7, menyelesaikan kegiatan transit rutin di Selat Taiwan pada Rabu, 24 Juli 2019.

    Juru bicara armada mengatakan ini dilakukan sesuai dengan hukum internasional. USS Antietam merupakan kapal jelajah dengan senjata rudal presisi.

    “Kegiatan pelayaran kapal perang ini berlangsung beberapa jam setelah Cina memperingatkan bahwa Beijing siap berperang jika AS memutuskan untuk mengintervensi hubungan Cina dengan pulau itu,” begitu dilansir Daily Mail pada Kamis, 25 Juli 2019.

    Pada Juli ini, pemerintah AS menyetujui rencana penjualan senjata ke Taiwan, yang membutuhkan persetujuan Kongres.

    Nilai penjualan senjata ini mencapai sekitar US$2.2 miliar atau sekitar Rp31 triliun yang meliputi rudal presisi Stinger, tank Abrams dan jet tempur.

    Cina, seperti dilansir Reuters, mengatakan akan mengenakan sanksi kepada perusahaan AS yang menjual senjata ke Taiwan.

    “Jika ada orang-orang yang berani mencoba memisahkan Taiwan dari negara kami, militer Cina akan siap berperang untuk menjaga secara kukuh kedaulatan nasional, persatuan dan integritas teritorial,” kata Wu Qian, juru bicara kementerian Pertahanan Cina.

    Soal pelayaran USS Antietam ini, kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal perang AS bebas untuk berlayar melewat selat.

    “Satgas pengintaian dan pemantauan serta intelijen gabungan Taiwan memonitor perairan sekitar dari awal hingga akhir dan tidak ada yang aneh terjadi,” begitu pernyataan kemenhan Taiwan.

    Reuters melansir juru bicara kemenlu Cina mengatakan pemerintah telah mengekspresikan keprihatinan mendalam kepada pemerintah AS.

    “Isu Taiwan merupakan isu paling sensitif antara Cina dan AS,” kata Hua Chunying dalam jumpa pers. Menurut dia, Cina mendesak AS mematuhi prinsip Satu Cina dan tiga komunike bersama agar berhati-hati terkait Taiwan. Ini agar tidak melukai hubungan AS dan Cina dan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.