Pebisnis Indonesia Diajak Berinvestasi di Palestina

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Workshop Perdagangan antara RI dan Palestina, Rabu, 24 Juli 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Sumber : TEMPO/Maria Rita

    Workshop Perdagangan antara RI dan Palestina, Rabu, 24 Juli 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Sumber : TEMPO/Maria Rita

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi perdagangan Palestina mengajak para pebisnis Indonesia untuk berinvestasi di Palestina dengan memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dan sejumlah kemudahan.

    "Hanya beberapa kawasan yang belum aman, Gaza juga, wilayah Palestina sebagian besar aman. Kami sudah berbisnis ke berbagai negara termasuk Afrika," kata Eng. Hammad Ishaq Abu Zanoona, Direktur Proyek Kawasan Industri Tarqumia kepada Tempo di sela acara Workshop Export-led Prosperity, Made In Palestine di Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.

    Delegasi Perdagangan Palestina yang berasal dari tiga lembaga yakni, Kementerian Ekonomi Nasional, Pusat Perdagangan Palestina, dan Kerja sama untuk Pembangunan untuk pertama kali berkunjung ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama investasi dan ekspor produk Palestina ke Indonesia.

    Konflik Palestina dan Israel membuat investor asing termasuk Indonesia masih belum melirik Palestina untuk berinvestasi di negara itu. Tak hanya berinvetasi, Palestina pun masih kesulitan menembus pasar Indonesia untuk menjual produk-produknya.

    Beberapa pengusaha Indonesia yang hadir mempertanyakan tentang jaminan keamanan berinvestasi di Palestina.

    "Bagaimana tentang keamanan berbisnis di Palestina,?" kata seorang pengusaha wanita bergerak di bidang properti.

    "Anda aman. Tiga juta orang asing datang berbisnis ke Palestina. Kami akan menyediakan informasi lebih detil (untuk memastikan keamanan berinvestasi di Palestina)," kata Shadi Shaheen dari Pusat Perdagangan Palestina.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin untuk urusan Timur Tengah dan negara-negara OKI, Mufti Hamka Hasan mengatakan, dirinya 2 minggu lalu berkunjung ke Palestina dan situasinya normal jauh dari rasa tidak aman.

    "Tidak sesuai dengan anggapan selama ini. Di sana kehidupan berjalan nomral. Memang ada daerah tertentu bermasalah misalnya di Gaza," kata Mufti.

    Menurut Shaheen, tempat pemeriksaan atau check point memang ada di beberapa tempat. Namun, ia memastikan tidak akan mengurangi rasa aman di Palestina.

    "Saran saya jika ada di check point, beritahu saja anda berbisnis di sini," ujarnya.

    Ola Hamoudeh dari kantor Kementerian Ekonomi Palestina dalam presenstasinya menawarkan sejumlah kemudahan yang akan diberikan kepada investor Indonesia. Mulai dari keringanan pajak, penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan investor, fasilitas perbankan, dan fiskal.

    Menurut Ola, Indonesia telah bertahun-tahun mendukung Palestina secara politik dan diplomasi. Dukungan serupa diharapkan dari Indonesia untuk bidang perekonomian dan perdagangan Palestina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.