Cina: Kemerdekaan Taiwan Jalan Buntu

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat Taiwan pada Sabtu, 24 November 2018 memberikan hak suara mereka dalam sebuah pemilu lokal. Sumber: Reuters/asiaone

    Masyarakat Taiwan pada Sabtu, 24 November 2018 memberikan hak suara mereka dalam sebuah pemilu lokal. Sumber: Reuters/asiaone

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina pada Rabu, 24 Juli 2019, memperingatkan siap memerangi setiap gerakan yang menginginkan kemerdekaan Taiwan.

    Ucapan Wu itu disampaikan setelah Amerika Serikat pada bulan ini menyetujui penjualan senjata ke Taiwan, termasuk penjualan tank dan rudal stinger total senilai US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 30,7 triliun. Beijing menuduh Amerika Serikat merusak stabilitas global dan menyayangkan penjualan senjata oleh Washington ke Taiwan, sebuah daerah otonomi khusus yang ingin melepaskan diri dari Cina.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Wu Qian mengatakan pihaknya sekarang sangat prihatin dengan kondisi strategi militer yang terjadi yang mendorong Beijing siap melakukan upaya terbesar demi tak lepasnya Taiwan sebagai wilayah kesatuan Cina.

    3 Perusahaan Amerika Jual Senjata ke Taiwan, Cina Mengancam

    “Kami harus tegas bahwa upaya memerdekakan Taiwan adalah sebuah jalan buntu. Jika ada orang yang berani memisahkan Taiwan dari negara asalnya, militer Cina siap berperang untuk secara tegas mengamankan kedaulatan nasional, persatuan dan integritas teritorial,” kata Wu, seperti dikutip dari reuters.com, Kamis, 25 Juli 2019.  

    Cina Minta Amerika Serikat Batalkan Penjualan Senjata ke Taiwan

    Jajaran kios makanan yang paling ramai dikerumuni para pengunjung di Feng Chia Night Market, Taichung, Taiwan. (travel.taichung.gov.tw)

    Menanggapi perkataan Wu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan Washington akan tetap berkomitmen pada kebijakan Satu Cina, dimana Washington secara resmi mengakui Beijing, bukan Taipei. Sedangkan penjualan senjata ke Taiwan adalah sebuah kebijakan pemerintahan Amerika Serikat yang dipimpin oleh beberapa presiden sebelumnya. Penjualan senjata itu juga semata ditujukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di penjuru Selat Taiwan. 

    “Amerika Serikat mempertimbangkan setiap upaya untuk menentukan masa depan Taiwan lewat cara-cara damai, termasuk boikot atau embargo pada apa yang menjadi kekhawatiran Amerika Serikat,”kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat   

    Amerika Serikat adalah pensuplai utama senjata ke Taiwan. Sejauh ini, Beijing tidak pernah meninggal penggunaan kekuatan militernya untuk membuat Taiwan tetap berada dibawah kendali Negara Tirai Bambu itu. 

    Washington tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, namun diikat oleh hukum untuk membantu wilayah itu sarana mempertahankan diri. Kementerian Pertahanan Cina mengatakan Amerika Serikat telah secara intensif memprovokasi persaingan antar negara-negara besar agar meningkatkan sistem pertahanannya dan merusak stabilitas dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.