Kepala Pengawas Nuklir PBB Yukiya Amano Meninggal

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala IAEA l Yukiya Amano meninggal pada usia 72 tahun. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo

    Kepala IAEA l Yukiya Amano meninggal pada usia 72 tahun. Sumber: REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB atau IAEA, Yukiya Amano, 72 tahun, meninggal, pada Senin, 22 Juli 2019. Dia telah berencana mengajukan pengunduran diri sebelum wafat karena penyakit yang di deritanya dalam setahun terakhir yang telah membuat fisiknya melemah.

    Amano adalah diplomat dari Jepang yang memegang posisi Kepala IAEA sejak 2009 atau untuk menggantikan Mohamed ElBaradei. Amano dikenang sebagai pemimpin yang mengendalikan sebuah periode penuh ketegangan terkait program nuklir Iran.

    Dia juga mencoba melakukan negosiasi dengna Korea Utara yang terus mengembangkan program senjata nuklirnya, namun hingga akhir hayatnya hal ini belum membuahkan hasil.

    Peneliti Amerika: Korea Utara Punya 21 Bom Nuklir

    Kepala IAEA Yukiya Amano meninggal dalam usia 72 tahun. Sumber: nytimes.com

    Kematian Amano terjadi bersamaan dengan ketegangan antara Amerika Serikat - Iran dan sejumlah negara barat menyusul keputusan Washington pada tahun lalu yang keluar dari kesepakatan nuklir internasional Iran. Kesepakatan itu dibuat pada 2015 untuk mengendalikan program nuklir Iran dan sebagai imbalannya sanksi ekonomi pada Iran akan dilonggarkan.

    Cina: Diplomasi, Solusi Terbaik Nuklir Iran

    "Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan sangat menyesal dan sedih mengabarkan Kepala IAEA, Yukiya Amano, telah meninggal," tulis IAEA dalam keterangannya, seperti dikutip reuters.com, Senin, 22 Juli 2019.

    Amano sudah bersiap meninggalkan posisinya sejak Maret 2019 lalu atau sebelum masa kepemimpinannya pada periode ketiga berakhir pada 30 November 2021. Jabatan Kepala IAEA berlangsung empat tahun.

    Sebelumnya pada September 2018 lalu, IAEA mengumumkan kalau Amano telah menjalani sebuah prosedur medis, namun tidak dijelaskan spesifik prosedur apa yang dimaksud. Sejumlah diplomat mengatakan penyakit yang diderita Amano masih dianggap hal yang tabu dipublikasi oleh IAEA, namun dalam setiap kemunculannya ke muka publik Amano terlihat semakin ringkih.

    Dalam keterangannya, IAEA belum menunjuk siapa pengganti Amano, kendati perebutan posisi kunci ini sudah cukup sengit sejak pekan lalu atau persisnya ketika dia memang harus segara mengundurkan diri lebih awal. IAEA hanya menyebut, Wakil Kepala IAEA dan Kepala Departemen Operasional IAEA, Mary Alice Hayward, saat ini merangkap tugas sebagai kepala IAEA sementara.

    Duta Besar Argentina untuk IAEA Rafael Grossi, diproyeksi akan maju menggantikan Amano. Kepala Koordinator IAEA Cornel Feruta yang berasal dari Rumania, juga diprediksi akan memperebutkan posisi yang ditinggalkan Amano.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.