Bapak di Inggris Bunuh Diri Terlilit Utang, Pemerintah Disalahkan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Phillip Herron, 34 tahun, seorang duda tiga anak dari Sacriston, Inggris, bunuh diri karena terlilit utang. Sumber: Mirrorpix/mirror.co.uk

    Phillip Herron, 34 tahun, seorang duda tiga anak dari Sacriston, Inggris, bunuh diri karena terlilit utang. Sumber: Mirrorpix/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Phillip Herron, 34 tahun, seorang duda tiga anak dari Sacriston, Inggris, bunuh diri karena terlilit utang. Keputusan itu diambilnya setelah Herron berminggu-minggu menunggu bantuan dari pemerintah yang disalurkan lewat Universal Credit, namun bantuan yang diharapkan tak kunjung datang dan membuatnya terperosok lebih dalam pada utang.

    "Dia memaku peti matinya sendiri saat mengajukan bantuan ke pemerintah," kata Sheena Derbyshire, 54 tahun, ibu Herron.

    Berita Bunuh Diri Berdampak pada Pembaca, Bagaimana Seharusnya?

    Dikutip dari mirror.co.uk, saat memutuskan bunuh diri, uang yang tersisa di rekening Herron hanya tinggal £4.61 atau sektiar Rp 80 ribu. Utang yang dibuat oleh Herron menumpuk ketika dia menjadi pengangguran dan saat yang sama harus tetap memberi nafkah ketiga anaknya.

    Kematian Herron membuatnya gagal melunasi utang £20,000 atau sekitar Rp 348 juta, termasuk utang dengan bunga seribu persen per hari. Beberapa menit sebelum bunuh diri, Herron mengunggah ke media sosial saat pada 18 Maret 2019 dia sedang duduk sendirian di mobil sambil menangis di sebuah area yang sepi.

    Remaja di Malaysia Bunuh Diri Setelah Minta Pendapat di Instagram

    "Dalam catatan kematiannya, Herron mengatakan keluarganya akan lebih baik jika dia tidak ada lagi di dunia ini. Dia orang tua tunggal yang bertanggung jawab. Dia sebelumnya selalu punya uang dan anak-anaknya selalu mendapatkan yang terbaik," kata Derbyshire.

    Herron memutuskan melepaskan pekerjaannya di sebuah pabrik belum lama ini agar bisa merawat putra bungsunya. Dari situlah, dia mulai berutang yang pada akhirnya menyusahkannya.

    "Tiba-tiba dia dalam kondisi tak punya uang dan ini sulit bagi mereka. Dia sedang menunggu bantuan pemerintah lewat Universal Credit dan saat meninggal dia hanya punya uang Rp 80 ribu," kata Derbyshire.

    Menurut Derbyshire, ketika seorang warga datang ke pemerintah untuk meminta bantuan itu tandanya mereka benar-benar mengharapkan bantuan. Membuat mereka menunggu untuk mendapat bantuan adalah hal yang sangat berbahaya, apalagi tidak ada alasan bagi pengucuran bantuan tersebut.

    Universal Credit pada 2013 bekerja sama dengan pemerintah Inggris dan melayani secara nasional. Program bantuan kemanusiaan yang mereka usung yakni menjadikan satu serangkaian manfaat. Akan tetapi, rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 5 Minggu untuk pengucuran uang bantuan pertama.

    Serikat buruh di Inggris mengatakan keterlambatan pemberian uang bantuan ini telah mendorong keluarga-keluarga miskin semakin terperosok dalam utang, kemiskinan dan pengusiran sehingga prosedur pemberian bantuan diharapka bisa direformasi.

    Herron mengajukan permintaan bantuan kepada pemerintah tanpa memberitahukan keluarganya. Dengan begitu, Derbyshire kaget bukan kepalang saat tahu putranya bunuh diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.