Arkeolog Temukan Masjid Tertua di Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid awal kedatangan Islam di Israel ditemukan di Gurun Negev.[Anat Rasiuk/Israel Antiquities Authority/CNN]

    Masjid awal kedatangan Islam di Israel ditemukan di Gurun Negev.[Anat Rasiuk/Israel Antiquities Authority/CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Para arkeolog yang bekerja di gurun Negev Israel telah menemukan sebuah masjid kuno, yang dianggap sebagai salah satu masjid yang paling awal di dunia.

    Masjid yang berasal dari abad ke 7 atau 8 Masehi, ditemukan oleh para peneliti dari Israel Antiquities Authority ketika mereka bersiap untuk membangun permukiman baru di kota Rahat, Badui, Israel selatan, menurut laporan CNN, 19 Juli 2019.

    Para arkeolog mengatakan bahwa masjid-masjid besar dari masa itu telah ditemukan di Mekah dan Yerusalem tetapi jarang menemukan bangunan seperti itu di daerah itu, yang berada di utara kota Beersheba.

    Para peneliti menggali sisa-sisa sebuah masjid terbuka berbentuk persegi panjang dengan ceruk Mihrab menghadap ke selatan menuju Mekah. Masjid itu, kata mereka, akan menjadi penemuan langka dan kemungkinan telah digunakan oleh para petani setempat.

    "Ini adalah salah satu masjid paling awal yang dikenal sejak awal kedatangan Islam di Israel, setelah penaklukan Arab pada 636 Masehi," kata Gideon Avni, seorang arkeolog dari Israel Antiquities Authority.

    Bangunan lain juga ditemukan selama penggalian, termasuk pertanian Bizantium dan pemukiman kecil dari periode Islam. Para arkeolog mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada bangunan serupa yang ditemukan di daerah tersebut.

    "Sebuah masjid desa dari periode awal ini adalah penemuan langka di Timur Tengah dan di dunia pada umumnya dan khususnya di daerah utara Beersheba di mana bangunan serupa belum ditemukan sampai sekarang," kata Shahar Zur dan Dr. Jon Seligman, direktur penggalian Israel Antiquities Authority, dikutip dari Jerusalem Post.

    Sebuah pertanian dari akhir periode Bizantium 500-600 M juga ditemukan dalam penggalian, serta pemukiman kecil dari awal periode Islam 600-700 M dengan sisa-sisa bangunan yang dibagi menjadi halaman terbuka, ruang penyimpanan dan tempat-tempat yang digunakan untuk persiapan makanan, termasuk "tabbuns" (perapian terbuka yang digunakan untuk memanggang).

    "Situs-situs ini adalah bagian dari sistem pertanian yang ada di Negev utara pada masa-masa awal," jelas Zur dan Seligman. "Tanah itu cocok untuk menanam biji-bijian dan air tanah di aliran abadi menarik pemukim di sini yang ingin mengolah tanah."

    Menurut Profesor Gideon Avni dari Israel Antiquities Authority, masjid ini adalah yang paling awal sejak kedatangan Islam di Israel.

    "Penemuan masjid di sebelah kota pertanian antara Bersyeba dan Ashkelon menunjukkan proses perubahan budaya dan agama yang dialami negara itu selama transisi dari periode Bizantium ke periode awal Islam," kata profesor Israel bidang purbakala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.