Surat Botol Bocah Inggris 50 Tahun Lalu Ditemukan di Australia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi surat dalam botol.[Sky News]

    Ilustrasi surat dalam botol.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah surat botol yang ditulis 50 tahun lalu oleh bocah Inggris ditemukan di pantai Australia.

    Pria bernama Paul Gilmore melempar pesan yang ditulisnya di dalam botol dari sisi kapal pada 17 November 1969. Saat itu, Gilmore masih berusia 13 saat bermigrasi bersama keluarganya ke Australia.

    Pesan itu ditemukan minggu ini oleh Paul Elliott dan putranya yang berusia sembilan tahun, Jyah, di Pantai Talia di Australia Selatan.

    Ibu bocah itu, Carla Elliott, mengatakan dia sangat bersemangat, meskipun awalnya dia mengira surat itu palsu.

    Elliott memposting gambar surat itu di Facebook untuk mencoba dan menemukan Gilmore, kata Australian Broadcasting Corporation (ABC), dikutip dari Sky News, 21 Juli 2019.

    Akhirnya, saudara perempuannya, Annie Crossland, ditemukan dan dia berkata Gilmore saat ini sedang berlayar di Laut Baltik.

    "Ini luar biasa, benar-benar luar biasa," katanya kepada penyiar Australia. "Dia akan hancur berkeping-keping."

    Gilmore mengatakan dalam pesan bahwa dia bepergian dengan kapal yang disebut Fairstar, yang membawa banyak migran Inggris ke Australia.

    Dia mendesak siapa pun yang akan menemukannya untuk menulis kembali, dan meninggalkan alamat untuk sebuah rumah di Victoria.

    "Kami berada 1.609 km di sebelah timur Fremantle, Australia Barat ...tolong jawab," tulisnya.

    Jyah menaruh balasannya di pos minggu ini, mengirimkannya ke alamat yang dimaksud.

    Saudari Gilmore, juga naik Fairstar ketika keluarga pindah ke Australia, mengatakan dia ingat dia menulis surat dan memasukkannya ke dalam botol.

    "Dia mengirim sekitar enam surat," katanya kepada ABC. "Jadi bagus bahwa salah satu dari mereka telah muncul."

    "Aku tidak ingat dari mana dia mendapatkan botol-botol itu...(tapi) aku ingat ayahku mengatakan surat menghabiskan banyak uang untuk minuman di kapal."

    Adik Paul Gilmore, David, yang berusia empat tahun ketika keluarga beremigrasi, mengatakan dia bisa mengenali tulisan tangan dalam pesan itu.

    "Ini benar-benar aneh. Saya melihat pesannya sekarang dan ya, saya bisa melihat itu adalah tulisan kakak saya - dia jelas sedikit lebih muda saat itu.

    "Aku kagum. Itu jelas membawa kembali kenangan indah pindah ke Australia," katanya mengendang surat botol Gilmore.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.