Geger Bayi Berkepala 3 di India

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi perempuan berkepala tiga. Sumber: mirror.co.uk

    Bayi perempuan berkepala tiga. Sumber: mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat India geger dengan kelahiran seorang bayi perempuan berkepala tiga. Keluarga bayi tersebut kaget bukan main atas kelahiran bayi yang dilahirkan akhir pekan lalu.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Sabtu, 20 Juli 2019, ibu bayi tersebut melahirkan di sebuah pusat kesehatan setelah mengalami sakit yang tak tertahankan sebelum dia berangkat bekerja sebagai seorang buruh. Identitas keluarga bayi perempuan itu tidak dipublikasi.
    Bayi perempuan itu memiliki dua tonjolan besar yang terbentuk dari bagian belakang tengkoraknya.

    "Bayi perempuan itu punya tiga kepala," kata Bijji Thakur, salah seorang yang menyaksikan kelahiran bayi tersebut.

    15 Anak Difabel Menang Lomba Menulis Suara Anak Disabilitas

    Bayi perempuan berkepala tiga. Sumber: mirror.co.uk

    Dokter dan perawat yang merawat mengatakan ibu bayi tersebut tidak mengalami komplikasi selama menjalani kehamilan tersebut. Ibu bayi itu lantas dikirim rumah sakit pusat di distrik Etah yang memiliki fasilitas penunjang untuk proses kelahiran putrinya.

    "Kondisi seperti ini (bayi berkepala tiga) sangat jarang terjadi. Tubuh si bayi tidak berkembang dengan sempurna. Kami akan melakukan sebuah prosedur scan MRI dan melakukan operasi pemisahan kepala," kata Rajesh Thakur, Kepala Dokter Rumah Sakit daerah Etah.

    Diberi Seteguk Minuman Keras, Bayi 1 Bulan di Cina Meninggal

    Kendati sangat jaring terjadi, ada sejumlah kasus bayi yang terlahir dengan kepala lebih dari satu di dunia. Dunia medis menyebutnya Encephalocele, yakni sebuah cacat bawaan pada tabung saraf dimana bagian tengkorak tidak terbentuk dengan sempurna sehingga sebagain jaringan otak dan struktur yang terkait berada di luar tengkorak.

    Sejumlah laporan menyebut bayi yang didiagnosa dengan kondisi Encephalocele rata-rata memiliki peluang hidup sebesar 55 persen. Besarnya peluang hidup biasanya tergantung pada komplikasi yang dialami bayi tersebut, misalnya kecacatan, sindrom atau jika jaringan otak menjulur ke dalam kantung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.