Iran Tawarkan Konsesi Nuklir Jika Amerika Cabut Sanksi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Javad Zarif melepaskan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Iran, Senin, 25 Februari 2019. Sumber: Pakistan Point

    Mohammad Javad Zarif melepaskan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Iran, Senin, 25 Februari 2019. Sumber: Pakistan Point

    TEMPO.CONew York – Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengatakan negaranya telah menawarkan konsesi terkait program nuklir.

    Konsesi itu berupa tawaran inspeksi yang lebih ketat dari lembaga pemantau nuklir IAEA ke dalam fasilitas nuklir Iran.

    Syaratnya, Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran, yang terjadi pasca Presiden Donald Trump menarik diri dari Perjanjian Nukir Iran 2015.

    Zarif juga mengatakan dia bersedia untuk bertemu dengan senator AS membicarakan soal nuklir ini.

    “Saya bertemu sejumlah orang dari Kongres AS,” kata Zarif kepada media di Gedung PBB, New York, seperti dilansir New York Times pada Kamis, 18 Juli 2019.

    Zarif tidak memastikan apakah dia akan bertemu dengan Senator Rand Paul, yang dikenal dekat dengan Trump.

    Dia mengatakan akan bertemu Paul sebagai seorang anggota kongres terhormat dan bukan sebagai utusan dari Trump seperti Menlu Mike Pompeo.

    Senator John Kerry juga pernah menjalankan peran serupa Paul pada saat pemerintahan Presiden Barack Obama sebelum kemudian terpilih sebagai menlu.

    Tawaran Zarif ini bertepatan waktunya dengan upaya pemerintahan Trump, yang mengirimkan sinyal untuk berdialog tanpa syarat apapun dengan Iran.

    Saat ditanya soal peran Paul ini, Trump menjawab,”Saya tidak menunjuk dia. Yang kami inginkan adalah kesepakatan yang adil,” kata Trump.

    Zarif juga menegaskan Iran tidak akan menghentikan program pengembangan rudal.

    Ini karena Amerika mempersenjatai sejumlah negara Arab yang berseberangan dengan Iran dengan senjata rudal ini.

    Mengenai langkah Iran memperkaya nuklir pada kadar rendah, Zarif mengatakan langkah ini bisa dibalik dan merupakan langkah yang diperhitungkan. Langkah ini bisa dibalik jika AS mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.

    Secara tersamar Zarif sempat memuji keputusan Trump menghentikan rencana serangan militer Amerika pasca militer Iran menembak jatuh drone canggih Global Hawk pada Juni lalu. “Kehati-hatian berhasil,” kata Zarif.

    Menlu Iran juga menanggapi kemungkinan Trump bernegosiasi langsung dengan Presiden Hassan Rouhan.

    “Mereka tidak butuh sesi foto. Mereka tidak butuh dokumen dua halaman untuk ditandatangani,” kata Zarif mengacu kepada dokumen dua halaman yang diteken Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, di Singapura pada Juni 2018.

    Zarif juga menekankan Perjanjian Nuklir 2015 merupakan kesepakatan antara Iran dan Presiden AS serta Menlu Amerika dan bukan dengan Obama atau Kerry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.