Trump Sebut Amerika Tembak Drone Iran di Selat Hormuz

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone militer Amerika Serikat RQ-4A Global Hawk.[CNN]

    Drone militer Amerika Serikat RQ-4A Global Hawk.[CNN]

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat mengatakan kapal perangnya telah menembak jatuh sebuah drone milik militer Iran di Selat Hormuz.

    AS mengatakan drone itu ditembak karena mengancam kapal yang lewat di selat ini.

    Namun, pemerintah Iran mengaku tidak mengetahui jika ada dronenya yang ditembak jatuh oleh militer AS.

    “Ini merupakan bentuk provokasi terkini dan tindakan bermusuhan oleh Iran terhadap kapal-kapal yang beroperasi di perairan internasional. AS punya hak untuk membela personil, fasilitas dan kepentingan,” kata Trump seperti dilansir Reuters pada Kamis, 18 Juli 2019.

    Mengenai ini, Menteri Luar Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan saat di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, AS, bahwa,”Kami tidak punya informasi ada drone yang hilang hari ini.”

    Menurut Pentagon, penembakan drone militer Iran ini dilakukan oleh kapal perang USS Boxer, yang merupakan kapal amfibi serang, sebagai tindakan pertahanan.

    “Kami mengetahui itu adalah drone Iran,” kata Komandan Rebecca Rebarich, seorang juru bicara Pentagon.

    Penembakan drone milik Iran ini terjadi setelah Iran melakukan hal serupa pada Juni 2019. Saat itu, militer Iran menembak jatuh drone canggih Global Hawk milik militer Amerika, yang dituduh terbang melintasi wilayah udara negara Teluk itu.

    Pemerintah Amerika membantah bahwa drone miliknya melanggar batas wilayah Iran.

    Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, menarik negaranya keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015. Seperti dilansir CNN, Trump lalu mengenakan sanksi ekonomi dan mengirim kapal induk ke kawasan Teluk untuk menghadapi ancaman Iran.

    Iran merespon dengan menaikkan produksi uranium kadar rendah melebihi batas 300 kilogram per tahun seperti yang diatur dalam perjanjian nuklir. Iran juga mengatakan akan menaikkan kadar uranium ini menjadi 20 persen seperti sebelum perjanjian diteken.

    Mengenai drone tadi, Amerika mengatakan telah waspada karena adanya peningkatan drastis penggunaan drone untuk pengintaian dan penyerangan oleh milisi terkait Iran terhadap pangkalan militernya di Timur Tengah. Salah satunya adalah drone itu dipasangi bom sehingga bisa diterbangkan ke pangkalan militer AS untuk menyerang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.