Kedatangan Warga ke Area 51 untuk Lihat Alien akan Disiarkan?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alien.[ufosightingtoday.org]

    Alien.[ufosightingtoday.org]

    TEMPO.CO, Nevada - Sebuah perusahaan pengelola pusat perbelanjaan di Nevada, Amerika Serikat, mengatakan akan menyiarkan secara langsung lewat internet kedatangan warga ke Area 51 untuk melihat alien atau makhluk luar angkasa.

    Ini menanggapi rencana kedatangan massa ke kawasan Area 51, Nevada, yang disebut-sebut sebagai tempat penyimpanan UFO dan makhluk luar angkasa atau alien.

    Lewat akun Facebook, sejumlah orang menggalang dukungan agar masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi Area 51, yang merupakan instalasi militer tertutup milik Angkatan Udara AS.

    “Oke, kami sekarang merasa penasaran apa yang akan terjadi pada 20 September 2019 saat penyerbuan ke Area 51,” begitu pernyataan dari perusahaan pengelola Area15 seperti dilansir News pada Rabu, 17 Juli 2019.

    Akun FB tadi menampilkan ajakan berbunyi “Serbu Area 51. Mereka tidak bisa menghentikan kita semua”. Saat ini sekitar 1.4 juta netizen yang mengkonfirmasi lewat lama itu bahwa mereka akan ikut hadir di lokasi.

    Lokasi Area 51 berada di Amargosa Valley, Nevada, Amerika. Ada teori konspirasi yang mengatakan pemerintah AS menyimpan pesawat alien di instalasi militer ini.

    Menanggapi ini, AU Amerika mengatakan siap melindungi instalasi militer dan asetnya dari kemungkinan gangguan.

    “Itu merupakan area terbuka untuk latihan AU Amerika. Kami akan meminta setiap orang untuk tidak datang ke area ini karena ini lokasi latihan angkatan bersenjata,” kata juru bicara AU Amerika. “AU selalu siap melindungi AS dan aset-asetnya.”

    Namun, laman FB tadi menegaskan acara ke Area 51 akan tetap berlangsung. “Kita semua akan bertemu di Area 51 Alien Centre. Mari kita lihat alien di sana,” begitu tertulis di laman itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.