Pamer Kekuatan ke Iran, AS Mau Kirim 500 Pasukan ke Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan AS tembahan telah dikirim ke Timur Tengah tahun ini setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat.[Sersan Darnell T. Cannady / US Air Force / New York Times]

    Pasukan AS tembahan telah dikirim ke Timur Tengah tahun ini setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat.[Sersan Darnell T. Cannady / US Air Force / New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat mengirim ratusan pasukan ke Arab Saudi untuk memamerkan kekuatan kepada Iran.

    Dua pejabat Departemen Pertahanan mengatakan pada Rabu, sekitar 500 pasukan AS akan menjadi bagian dari pasukan tambahan yang dikirim ke Timur Tengah, menyusul ketegangan Iran dan AS.

    Menurut laporan CNN, 18 Juli 2019, 500 pasukan AS akan ditempatkan di Pangkalan Udara Prince Sultan, sebuah wilayah bergurun di sebelah timur Riyadh.

    "Sejumlah kecil pasukan dan personel pendukung sudah berada di lokasi dengan persiapan awal dibuat untuk baterai pertahanan rudal Patriot serta perbaikan landasan pacu dan lapangan terbang," kata para pejabat.

    AS ingin menempatkan pasukan di sana selama beberapa waktu karena penilaian keamanan menunjukkan bahwa rudal Iran akan mengalami kesulitan menargetkan daerah terpencil.

    Bulan lalu pemerintah mengumumkan akan mengirim 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah karena ketegangan dengan Iran, tetapi tidak merinci negara mana yang akan mereka tuju. Pasukan yang pergi ke Arab Saudi adalah bagian dari pengerahan ini.

    Kongres belum secara resmi diberitahu tentang penempatan itu, meskipun seorang pejabat mengatakan mereka telah diberi tahu secara informal dan pengumuman diharapkan minggu depan.

    Pemberitahuan kepada Kongres akan memberikan rincian yang lebih tepat tentang penyebaran militer AS ke Timur Tengah yang telah diumumkan secara publik.

    Satelit resolusi tinggi komersial, yang ditangkap oleh Planet Labs, menunjukkan penyebaran awal pasukan AS dan personel pendukung ke pangkalan udara pada pertengahan Juni, menurut Jeffrey Lewis, direktur Proyek Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute Studi Internasional di Monterey, yang telah mempelajari gambar-gambar baru tersebut.

    Menurut laporan New York Times, pejabat Departemen Pertahanan mengkonfirmasi rencana tersebut, namun berbicara dengan syarat anonim karena belum dipublikasikan.

    Rebecca Rebarich, seorang juru bicara Pentagon, mengatakan tidak ada pengumuman resmi tentang penempatan itu, tetapi militer Amerika terus bekerja untuk mengelola sikap pasukan AS di wilayah tersebut.

    Pemerintahan Trump telah mengirim 2.000 tentara ke Timur Tengah yang secara khusus untuk menghalangi Iran. Mereka dimaksudkan terutama untuk meneliti kegiatan Iran dan melindungi pasukan AS yang sudah ditempatkan di Timur Tengah.
    Beberapa pesawat tempur dan sistem rudal darat ke udara juga dikerahkan setelah tensi dengan Iran memanas, dan pada satu titik Pentagon mempertimbangkan untuk mengirim hingga 6.000 pasukan AS tambahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.