4 Hal Mengenai Bandar Narkoba El Chapo dari Meksiko

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas tangan kanan bandar narkoba El Chapo, Damaso Lopez Nunez, ditangkap di Meksiko dan diekstradisi ke Amerika pada Jumat, 6 Juli 2018. Anadolu

    Bekas tangan kanan bandar narkoba El Chapo, Damaso Lopez Nunez, ditangkap di Meksiko dan diekstradisi ke Amerika pada Jumat, 6 Juli 2018. Anadolu

    TEMPO.CO, Brooklyn - Nama Joaquin “El Chapo” Guzman mulai dikenal pada 1980an. Dia, 62 tahun, menggali terowongan yang melintas dari perbatasan Meksiko hingga ke Amerika Serikat untuk menyelundupkan narkoba.

    Jalur rahasia ini membuatnya bisa menjual narkoba lebih cepat dibandingkan pesaingnya. Dia mulai mengumpulkan kekuasaan pada 1990 – 2000 lewat perang berdarah dengan rival-rivalnya sesama bandar narkoba. El Chapo lalu menjadi pemimpin Sinaloa Cartel yang paling dikenal seperti dilansir Reuters.

    Berikt ini beberapa hal yang menarik mengenai El Chapo: 

    1. Pengadilan 

    Dia menjalani persidangan selama 11 pekan, yang dipenuhi testimoni dari lebih selusin rekannya yang menjadi pembocor atau whistle blower. Jaksa berhasil mendapatkan kerja sama dari bekas rekan-rekan El Chapo. Ini membuat jaksa mendapatkan informasi orang dalam mengenai cara kerja kartel narkoba pimpinan El Chapo.

    1. Testimoni

    Bekas rekan El Chapo yaitu Andrea Velez mengatakan kepada pengadilan bahwa El Chapo menyewa geng motor Hell’s Angels sebesar US$1 juta atau sekitar Rp14 miliar untuk membunuhnya. Namun, dia lolos karena dibantu otoritas AS.

    1. Modus

    Bekas anak buah El Chapo, seorang insinyur bidang teknologi komunikasi, dan bekas pacar gelap bercerita cara kerja atau modur operandi dari Sinaloa Carter. El Chapo sengaja membangun jaringan organisasi canggih menggunakan teknologi mirip sebuah perusahaan multinasional.

    El Chapo, menurut mereka, mengirim narkoba menggunakan armada pesawatn dan kapal. Dia juga memiliki akuntan yang mencatat detil pemasukan dan pengeluaran. El Chapo juga membangun sistem komunikasi elektronik menggunakan enkripsi, yang terkoneksi dengan server rahasia di Kanada.

    1. Narkoba

    Jaksa Amerika mengatakan El Chapo menjual lebih dari US$12 miliar atau sekitar Rp167 triliun. Majalah Forbes sempat menobatkanya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. El Chapo sempat dipenjara pada 1993 di Meksiko namun kabur pada 2001 lewat kereta cucian pakaian. Dia lalu bersembunyi dengan perlindungan pasukan sewaan di pegunaan Sinaloa. Pada 2014, dia tertangkap lagi namun kabur setahun berikutnya lewat terowongan sepanjang 1.6 kilometer yang terkoneksi ke selnya, yang berpengamanan maksimum. Pada 2016, El Chapo tertangkap lagi karena ceroboh saat ingin membuat film mengenai kehidupannya. Dia memiliki rival kartel Jalisco, yang merupakan generasi baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.