Setahun Nikahi Ratu Kecantikan, Raja Malaysia Jatuhkan Talak 3?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sultan Muhammad V, mantan Raja Malaysia menceraikan istrinya yang seorang Ratu Kecantikan asal Rusia setelah setahun menikah. Sumber: Instagram/Rihana Petra/asiaone.com

    Sultan Muhammad V, mantan Raja Malaysia menceraikan istrinya yang seorang Ratu Kecantikan asal Rusia setelah setahun menikah. Sumber: Instagram/Rihana Petra/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Raja Malaysia Sultan Muhammad V dari Kelantan, diisukan bercerai dengan istrinya yang mantan Ratu Kecantikan asal Rusia, Oksana Voevodina. Isu perceraian kedua sejoli ini membuat masyarakat Malaysia bingung karena Istana Kelantan masih bergeming.

    Dikutip dari asiaone.com, Rabu, 17 Juli 2019, perceraian pasangan itu diduga sudah didaftarkan pada 1 juli 2019 lalu. Sumber mengatakan salinan sertifikat cerai pasangan itu yang beredar di media sosial adalah asli.

    Bakal Jadi Raja Malaysia, Abdullah Dilantik Jadi Sultan Pahang

    Bagi ramai orang, kisah pertemuan pertama saya dengan suami saya tetap menjadi misteri. Kami bertemu pada musim bunga 2017 di Eropah. Pada masa itu saya bekerjasama dengan rakan karib kami, Jacob Arabo. Selepas acara itu, kami pergi untuk makan malam, di mana saya berjumpa dengan seorang lelaki, dan beliau memperkenalkan dirinya sebagai Raja Malaysia. Saya menganggap itu sebagai jenaka semata-mata, dan saya pula bergurau bahawa saya juga adalah ratu di Moscow. Kami berbual sepanjang malam dan bertukar nombor telefon. Tidak lama kemudian terdapat berita yang muncul mengenai pelantikan raja, yang merupakan kawan baru saya ... untuk diteruskan For many people, the story of our first meeting with my husband remains to be a mystery. We met in spring 2017 in Europe. At that time I cooperated with our common friend jeweler Jacob Arabo. After the event, we went for dinner, where I met a man, and he introduced himself as king of Malaysia. I took it as a joke and joked back that I was also the queen of Moscow. We talked all evening and exchanged phone numbers. Soon there were news appeared about the appointment of the king, who was my new friend... to be continued . , 2017 . . , , . , . . , ...

    A post shared by Rihana Oksana Petra (@rihanapetra) on

    Sertifikat cerai itu diterbitkan oleh otoritas negara bagian Kelantan dan mengindikasikan perceraian telah dilakukan melalui ucapan 'talak' sebanyak tiga kali. Talak tiga dalam hukum Islam adalah perceraian paling parah, dimana kedua pasangan benar-benar tidak bisa balik lagi dalam ikatan pernikahan.

    Dalam sertifikat itu, perceraian dilakukan tertanggal 22 Juni 2019 dan dilakukan di Singapura. Berdasarkan tanggal tersebut, maka itu artinya perceraian kedua pasangan ini dilakukan dua bulan setelah putra mereka lahir.

    5 Hal Menarik Mengenai Raja Malaysia yang Mengundurkan Diri

    Kerajaan Kelantan, Malaysia, belum menerbitkan pernyataan perihal ini. Pihak kerajaan hanya mengkoreksi penggunaan gelar kerajaan.

    "Kami informasikan tak ada panggilan Ratu Kelantan, Raja Kelantan, Sultan Kelantan atau Ratu dari Kelantan tanpa ada pengumuman resmi dari Istana Kelantan," tulis Kerajaan Kelantan, tanpa spesifik menyebut nama Voevodina.

    Voevodina, 26 tahun, yang berstatu warga negara Rusia mulai aktif di media sosial Instagram bulan lalu. Dalam waktu singkat, dia sudah mendapat 360 ribu pengikut atau followers. Dia mengunggah sejumlah foto dia dan Sultan Muhammad V dengan keterangan foto kisah pertemuannya.

    Dalam akun media sosial itu, Voevodina menggunakan nama Rihana Oksana Petra. Dia menceritakan di Instagram soal kehidupannya menjadi ibu muda yang baru punya bayi dan menikah dengan seorang duda. Sultan Muhammad V tidak memiliki anak dari pernikahan pertamanya.

    Unggahan terakhir Voevodina di Instagram adalah 10 Juni 2019. Ketika itu dia bercerita menikah dengan Raja Malaysia pada Juni 2018 dan pada Mei 2019 dia melahirkan seorang putra yang dinamai Ismail Leon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.