Aksi Tentara Terbang Prancis di Parade Militer Hari Bastille

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hoverboard membawa 'tentara terbang' yang membawa senjata selama parade militer di Paris, 14 Juli 2019.[The Independent]

    Hoverboard membawa 'tentara terbang' yang membawa senjata selama parade militer di Paris, 14 Juli 2019.[The Independent]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tentara terbang memeriahkan peringatan Hari Bastille di Paris di hadapan langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Pengusaha dan penemu Prancis, Franky Zapat, mengendarai kendaraan jet yang dia namanakan Flyboard Air.

    Kerumunan bersorak ketika Zapata berputar di atas Champs-Elysees selama parade militer yang dihadiri oleh Macron dan perwakilan politik dari negara-negara Eropa lainnya, menurut laporan CNN, 16 Juli 2019.

    Hari Bastille menandai momen penting dalam Revolusi Prancis, ketika pajak tinggi dan kelaparan pada tahun 1789 menyebabkan warga Prancis menyerbu Bastille, sebuah benteng dan penjara militer.

    Perayaan tahun ini untuk menghormati kerja sama pertahanan Eropa, yang diwarnai unjuk rasa.

    "Bangga dengan pasukan kita, modern dan inovatif," kata Macron mengunggah Twitter dengan video tentara terbang tersebut.

    Frank Zapata, mantan juara Jetski dan tentara cadangan, terbang di atas kerumunan yang membawa senjata laras panjang dalam demonstrasi penemuan Flyboard-nya.

    Para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, memuji Flyboard saat melewati atas kepala.

    Atraksi yang disebut "prajurit terbang" muncul bersama lebih dari 4.000 pasukan bersenjata dan 100 pesawat selama perayaan Hari Bastille.

    Mampu terbang dengan kecepatan hingga 190 km/jam, Flyboard awalnya dikembangkan untuk terbang di atas air tetapi sejak itu telah diadaptasi untuk juga bekerja di darat, menurut laporan The Independent.

    Flyboard telah menerima dana dari militer Prancis untuk pengembangannya, sementara Zapata juga telah bekerja erat dengan militer AS untuk mengeksplorasi aplikasi tempur.

    Versi Flyboard ditampilkan di The Drive pada tahun 2018, mengungkapkan bahwa harganya bisa mencapai US$ 250.000 atau Rp 3,5 miliar untuk satu unit.

    Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengatakan teknologi itu dapat digunakan untuk menciptakan tentara terbang yang bisa dibawa ke medan perang di masa depan.

    Dia mengatakan kepada radio France Inter saat Hari Bastille bahwa Flyboard dapat memungkinkan pengujian untuk berbagai jenis penggunaan, misalnya sebagai platform logistik terbang atau, tentu saja, sebagai platform serangan tentara terbang pasukan khusus Prancis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.