Iran Minta Eropa Komitmen Soal Ekonomi Terkait Kesepakatan Nuklir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ruang uji coba yang digunakan untuk melakukan eksperimen eksplosif tinggi untuk bom nuklir milik Iran.[Haaretz]

    Foto ruang uji coba yang digunakan untuk melakukan eksperimen eksplosif tinggi untuk bom nuklir milik Iran.[Haaretz]

    TEMPO.COTeheran – Juru bicara lembaga nuklir Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan Teheran akan mengembalikan aktivitas program nuklir seperti kondisi sebelum Perjanjian Nuklir 2015.

    Baca juga: Uni Eropa Bersepakat Tempuh Diplomasi Soal Nuklir Iran

     

    Dia mengatakan langkah ini akan dilakukan kecuali negara-negara Eropa memenuhi komitmen manfaat ekonomi bagi Iran, yang disepakati dalam perjanjian nuklir itu.

    “Tindakan-tindakan ini diambil bukan berdasarkan sikap keras kepala melainkan untuk memberi kesempatan kepada diplomasi,” kata Kamalvandi seperti dilansir Reuters pada Senin, 15 Juli 2019.

    Kamalvandi melanjutkan,”Jika negara-negara Eropa dan Amerika tidak ingin memenuhi komitmen mereka, kami akan menciptakan keseimbangan dalam kesepakatan ini dengan mengurangi komitmen dan kembali ke situasi empat tahun yang lalu.”

    Baca juga: Prancis, Jerman dan Inggris Minta Dialog Soal Nuklir Iran

    Iran meminta negara Eropa harus melakukan lebih banyak langkah untuk menjamin manfaat investasi dan perdagangan yang dijanjikan kepada Teheran sebagai imbalan menyepakati pembatasan kemampuan nuklir dan dipantau PBB.

    Uni Eropa menggelar rapat di Brussel pada Senin kemarin dan memutuskan untuk menempuh jalur diplomasi soal isu pelanggaran kesepakatan nuklir Iran ini.

    UE belum akan menggunakan mekanisme gabungan atau joint commission, yang menjadi mekanisme rujukan untuk menyelesaikan setiap indikasi pelanggaran kesepakatan nuklir 2015.

    Baca juga: Apa Isi Perjanjian Nuklir Iran yang Ditolak Amerika Serikat?

    Menanggapi sikap UE ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecamnya. Dia menyebut kebijakan gagal UE menangani Nazi Jerman yang berujung pada Perang Dunia II.

    “Ini mengingatkan saya mengenai kebijakan Eropa pada 1930,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang direkam video.

    Menurut dia, saat itu sejumlah pemimpin Eropa,”Menaruh kepalanya di dalam pasir dan tidak melihat bahaya yang datang.”

    Baca juga: Eropa Desak Rapat Digelar Bahas Perjanjian Nuklir Iran

    Netanyahu selama ini menilai kemampuan nuklir Iran sebagai ancaman bagi keberadaan Israel di Timur Tengah dan keamanan dunia.

    Sebaliknya, Iran mengatakan tidak berencana untuk membuat bom nuklir dengan mendirikan sejumlah instalasi nuklir.

    Baca juga: Lima Negara Tanggapi Soal Perjanjian Nuklir Iran, Apa Katanya?

    Menteri Luar Negeri Swedia, Margo Wallstrom, menyarankan UE tetap membuka pintu diplomasi soal ini. Dia juga mengatakan Teheran harus menunjukkan pengendalian diri. “Itu akan meningkatkan peluang Iran saat berdiskusi dengan UE dan mitra lainnya yang menandatangani JCPOA,” kata Wallstrom.

    Saat ini, UE sedang menyiapkan mekanisme perdagangan Instex, yang memungkinkan Iran berdagang dengan Eropa tanpa terkena sanksi dari AS. Salah satu komoditi yang akan diakomodir adalah penjualanminyak mentah, yang menjadi permintaan Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.