Dapur Kotor, Restoran di Malaysia Dipaksa Tutup Sementara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tikus. dailymail.co.uk

    Ilustrasi tikus. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah restoran terkenal yang menjual nasi briyani di kota Lebuh Chulia, Penang, Malaysia sudah dua pekan terakhir tutup. Padahal, restoran itu selalu ramai pembeli.

    Dikutip dari asiaone.com, Senin, 15 Juli 2019, tutupnya restoran itu atas permintaan Kementerian Kesehatan wilayah Penang setelah ditemukan bangkai tikus dan kadal di area dapur restoran itu. Kementerian Kesehatan mengatakan pada 10 Juli 2019 petugas pemeriksa menemukan makanan disiapkan dalam sebuah area yang tidak bersih.

    Baca juga:Cek Proses dan Pengujian Sebelum Restoran Dapat Sertifikasi Halal

    Ilustrasi tikus. REUTERS

    Baca juga: Istana yang Indah, Restoran Kuliner China dengan Gaya Modern

    Atas temuan itu, Kementerian Kesehatan Penang pun menerbitkan surat perintah penutupan restoran hingga 23 Juli 2019 agar pihak pemilik dan pengelola restoran membersihkan area pengolahan makanan mereka. Perintah itu diterbitkan berdasarkan pada undang - undang makanan 1983 section 11.

    Tim pemeriksa dari Kementerian Kesehatan Penang rencananya akan kembali ke restoran itu lagi tiga hari setelah surat perintah penutupan diterbitkan. Jika tim pemeriksa puas dengan kondisi restoran setelah dibersihkan, maka restoran yang namanya tidak dipublikasi itu boleh beroperasi kembali.

    Restoran yang ditutup itu sangat terkenal di kalangan turis. Keberadaan restoran tersebut bahkan telah mendorong pertumbuhan pedagang makanan lokal di sepanjang jalan tempat restoran itu berada.

    Dengan ditutupnya sementara restoran itu, maka ini adalah peristiwa kedua restoran diperintahkan ditutup oleh otoritas Kementerian Kesehatan. Peristiwa perintah penutupan restoran yang pertama dilakukan pada Juli tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.