Menlu Iran Zarif Dapat Visa ke Amerika untuk Sidang PBB

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Javad Zarif melepaskan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Iran, Senin, 25 Februari 2019. Sumber: Tehran Times

    Mohammad Javad Zarif melepaskan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Iran, Senin, 25 Februari 2019. Sumber: Tehran Times

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat telah menerbitkan visa untuk Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, yang akan menghadiri sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB di New York pada pekan ini.

    Baca juga: Prancis, Jerman dan Inggris Minta Dialog Soal Nuklir Iran

     

    Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyetujui penerbitan visa ini.

    “Perwakilan misi Iran di PBB mengatakan Zarif telah tiba di New York,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 14 Juli 2019.

    Zarif akan menghadiri pertemuan tingkat menteri untuk sidang PBB. Sidang ini akan membahas pencapaian sustainable development goal, yang menyasar isu penyelesaian konflik, kelaparan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim 2030.

    Baca juga: Apa Isi Perjanjian Nuklir Iran yang Ditolak Amerika Serikat?

    Reuters melansir mengenakan sanksi terhadap kepala negosiator Iran yaitu Zarif akan menjadi hal yang tidak lumrah.

    “Karena itu bsia menghambat setiap upaya AS menggunakan jalur diplomasi untuk menyelesaikan perbedaannya dengan Teheran,” begitu dilansir Reuters.

    Namun, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, sempat mengatakan pada 24 Juni 2019 bahwa Zarif akan dikenai sanksi oleh AS. Sumber Reuters mengatakan rencana sanksi itu ditunda untuk saat ini.

    Baca juga: Eropa Desak Rapat Digelar Bahas Perjanjian Nuklir Iran

     
     

    Hubungan AS dan Iran memburuk akhir-akhir ini setelah Presiden AS, Donald Trump, menarik negaranya keluar dari Perjanjian Nuklir Iran 2015 seperti dilansir Channel News Asia.

    Trump lalu mengenakan sanksi ekonomi terhadap Iran berupa larangan penggunaan mata uang dolar untuk kegiatan ekspor – impor dan pelarangan pembelian minyak Iran oleh negara lain.

    Iran membalas dengan memproduksi jumlah uranium berkadar rendah 3.67 persen melebihi batas yang diatur dalam perjanjian nuklir yaitu 300 kilogram.

    Baca juga: Lima Negara Tanggapi Soal Perjanjian Nuklir Iran, Apa Katanya?

    Juru bicara pemerintah Iran juga mengatakan instalasi nuklirnya bakal meningkatkan kadar uranium itu menjadi 20 persen atau lebih sesuai kebutuhan. Kadar uranium untuk bom nuklir adalah 90 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.