Presiden Iran Rouhani Siap Dialog dengan Amerika, Syaratnya?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hassan Rouhani mengatakan setelah 60 hari, Iran akan meningkatkan tingkat pengayaan uranium [Kantor Kepresidenan Iran / Mohammad Berno / Al Jazeera]

    Hassan Rouhani mengatakan setelah 60 hari, Iran akan meningkatkan tingkat pengayaan uranium [Kantor Kepresidenan Iran / Mohammad Berno / Al Jazeera]

    TEMPO.CODubai – Pemerintah Iran mengatakan bersedia menggelar dialog dengan pemerintah Amerika Serikat soal nuklir jika sanksi ekonomi dicabut.

    Baca juga: Apa Isi Perjanjian Nuklir Iran yang Ditolak Amerika Serikat?

    Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan AS juga harus kembali mendukung Perjanjian Nuklir 2015 jika ingin berdialog. Dia mengatakan ini dalam pidato resmi di televisi di Iran.

    “Kami selalu percaya dengan dialog. Jika mereka mencabut sanksi, mengakhiri tekanan ekonomi, dan kembali kepada perjanjian, kami siap untuk menggelar dialog dengan Amerika hari ini, sekarang, dan dimanapun,” kata Rouhani seperti dilansir Reuters pada Ahad, 14 Juli 2019.

    Baca juga: Eropa Desak Rapat Digelar Bahas Perjanjian Nuklir Iran

    Pemerintah Iran juga menyaratkan setiap pembicaraan dengan AS harus memungkinkan Teheran mengekspor minyak seperti sebelum Washington menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran 2015, yang ditandatangani dengan lima negara besar lainnya pada Mei 2018.

    Hubungan Iran dan AS memburuk pasca keputusan Presiden AS, Donald Trump, menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2018.

    Trump lalu mengirim pasukan militer dan kapal induk ke kawasan Teluk.

    Baca juga: Lima Negara Tanggapi Soal Perjanjian Nuklir Iran, Apa Katanya?

    Militer Iran mengatakan akan melawan setiap serangan AS dan menembak jatuh satu drone Global Hawk, yang nyaris dibalas serangan udara sebelum Trump membatalkannya pada Juni.

    Perjanjian Nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action 2015  atau JCPOA diteken oleh 6 negara yaitu Prancis, Jerman, Inggris, AS, Rusia dan Cina. Namun, Trump menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

    Secara terpisah, tiga negara Eropa yaitu Prancis, Jerman dan Inggris menyerukan dialog untuk membicarakan implementasi perjanjian nuklir Iran.

    Baca juga: Senator Amerika Usul Pembangkit Listrik Nuklir Iran

    “Risiko yang ada menunjukkan perlunya semua pemangku kepentingan untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan kemungkinan konsekuensi-konsekuensi dari tindakan mereka,” begitu isi pernyataan dari ketiga negara Eropa yang dirilis Istana Elysee di Paris, Prancis terkait dialog soal nuklir Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.