Ibu Didenda karena Bawa Anaknya Liburan ke Festival Glastonbury

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seluruh keluarga Rachel pergi bersama di Glastonbury Festival, untuk memanfaatkan pengalaman

    Seluruh keluarga Rachel pergi bersama di Glastonbury Festival, untuk memanfaatkan pengalaman "sekali seumur hidup".[Somerset Live WS/Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ibu meluapkan kemarahannya setelah didenda karena membawa anak-anaknya ke Festival Glastonbury saat sekolah.

    Rachel Bailey, 51 tahun, mengeluarkan anaknya si kembar Blade dan Trinity Flint yang berusia 15 tahun, dari sekolah agar mereka bisa pergi ke festival musik, lapor SomersetLive, dikutip Mirror.co.uk, 9 Juli 2019.

    Tapi liburan itu menjadi perjalanan yang mahal, karena dewan lokalnya mendenda 120 poundsterling.

    Dia awalnya didenda 60 poundsterling (Rp 1 juta) per anak, dan bisa naik menjadi 240 poundsterling (Rp 4,2 juta) per anak jika tidak dibayar dalam 60 hari.

    Baca juga: Domba Daftar Sekolah Dasar untuk Selamatkan Ruang Kelas

    Rachel mengatakan dia ingin membawa anak-anaknya liburan setelah dia dioperasi tahun lalu karena kanker usus, penyakit yang membunuh empat anggota keluarganya.

    "Saya didenda karena membawa anak-anak saya ke Glastonbury. Festival Musik Glastonbury adalah sesuatu yang selalu ingin saya lakukan, dan itu adalah sesuatu yang begitu istimewa untuk dilakukan sebagai keluarga, setelah apa yang telah kami lalui," kata Rachel.

    "Saya ingin membuat pengalaman untuk mereka selagi saya bisa, dan Glastonbury adalah pengalaman sekali seumur hidup."

    "Saya yakin anak-anak saya belajar lebih banyak di Glastonbury daripada yang seharusnya mereka lakukan di kelas."

    "Hal-hal yang Anda lakukan ketika Anda berada di sana: pergi berkemah, mendaur ulang, menggunakan tetes panjang, menonton semua musik yang luar biasa itu, Anda tidak bisa mengajarkan itu."

    Anak-anak Rachel, Blade dan Trinity Flint, keduanya berusia 15 tahun, bersenang-senang di Glade at Glastonbury Festival.[Somerset Live WS/Mirror.co.uk]

    Ibu dua anak itu mengatakan sekolah anak-anaknya, Priory in Dorking, Surrey, Inggris, memberitahunya bahwa kebijakannya adalah anak-anak tidak boleh pergi berlibur dalam jangka waktu tertentu.

    Lihat foto: Hebohnya Barang Bawaan Pengunjung Festival Glastonbury

    Rachel berharap tidak didenda dan tahu ada beberapa orang yang mengatakan bahwa beberapa sekolah tidak masalah jika anak-anak pergi ke Glastonbury.

    "Anak-anak saya baru saja melakukan ujian try out, saya tidak ingin mereka melewatkan sesuatu yang penting, yang tidak mereka lakukan."

    "Denda 60 poundsterling per anak dan jika saya tidak membayar dalam 60 hari, itu naik menjadi 240 poundsterling per anak dan jika saya masih tidak membayar, saya harus pergi ke pengadilan," katanya.

    Seorang juru bicara Dewan Wilayah Surrey mengatakan, "Prioritas utama kami adalah bahwa anak-anak Surrey mendapatkan pendidikan yang layak mereka dapatkan."

    Baca juga: Ayah di Cina Kirim Helikopter ke Sekolah Anak, Ada Apa?

    Rachel sendiri menceritakan tahun lalu memiliki kanker yang menakutkan.

    "Saya memiliki beberapa gejala, pergi ke dokter umum dan mereka curiga saya menderita kanker usus," katanya.

    Rachel akhirnya dioperasi dan bersyukur semuanya lancar meski harus periksa setiap enam bulan. Karenanya, Rachel mengajak anak-anaknya ke Glastonbury.

    Glastonbury adalah satu liburan besar keluarga tahun ini karena mereka tidak pergi ke luar negeri.

    "Ini adalah pertama kalinya kami bersama-sama pergi ke Festival Glastonbury dan kita benar-benar menyukainya, semuanya luar biasa," lanjut Rachel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?