Duta Besar Jepang Senang MRT Jakarta Diminati

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Jelang peresmian MRT yang akan dilaksanakan pada Maret 2019 tersebut masyarakat dapat mencoba secara gratis moda transportasi itu mulai 27 Februari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Jelang peresmian MRT yang akan dilaksanakan pada Maret 2019 tersebut masyarakat dapat mencoba secara gratis moda transportasi itu mulai 27 Februari. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak diresmikan pada 24 Maret 2019, MRT Jakarta telah menjadi pilihan transportasi baru bagi warga Jakarta. Ribuan orang telah menjajal moda transportasi itu, termasuk Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii.

    "Ya, saya pernah mencobanya dua kali, bersama bapak presiden (Joko Widodo)," ujar Ishii, dalam acara peringatan Hari Pertahanan Jepang, 11 Juli 2019, di Hotel Indonesia, Jakarta.

    Menurut Ishii, pembangunan MRT Jakarta adalah hal yang positif, meskipun jalur MRT yang telah dibangun masih terhitung pendek dan proyek MRT masih belum tuntas.

    Saat ini jalur MRT Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia hanyalah bagian selatan dari jalur Utara-Selatan. MRT sedang direncanakan untuk melanjutkan pembangunan jalur utara-selatan serta jalur Barat-Timur.

    "Meskipun jalurnya sangat pendek, MRT sudah diterima di sini dengan mendapatkan 80 ribu penumpang per hari. Ini adalah sesuatu (yang menggembirakan) dan saya rasa orang Indonesia sudah menyukai MRT," ujar Ishii.

    Baca juga:Dirut MRT: Peningkatan Konektivitas Mampu Tekan Polusi Jakarta

    Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, kedua kiri, bersama Menteri Kelautan Susi Pujiastuti, ketiga kiri, dalam acara Hari Pertahanan Jepang di Jakarta. Sumber: TEMPO/RISANDA ADHI PRATAMA

    Baca juga: Gandeng ITDP, MRT Kembangkan TOD di Pembangunan Fase 2

    Saat menjajal MRT Jakarta, Ishii pun mengaku terkesan. Sebab, selain keretanya bersih, para penumpang juga tertib mengantre.

    Pemerintah daerah Jakarta saat ini sedang merencanakan pembangunan koridor Timur-Barat yang membentang dari Ujung Menteng hingga Kalideres dan jalur loopline yang akan mengelilingi wilayah pinggiran Jakarta.

    MRT Jakarta dibangun bersama Pemerintah Jepang melalui pendanaan dari Japan International Cooperation Agency atau JICA. Dana yang dipinjamkan JICA untuk pembangunan fase I Lebak Bulus-Bundaran HI adalah sebesar Rp 15 triliun, sedangkan biaya untuk pembangunan fase II hingga Stasiun Jakarta Kota belum dibocorkan, namun JICA menyatakan biaya yang dikeluarkan lebih tinggi.

    Tingginya biaya yang dikeluarkan disebabkan seluruh stasiun yang akan dibangun berada di bawah tanah, sementara beberapa stasiun MRT fase I berada di atas tanah. Selain pendanaan dari JICA, rangkaian kereta MRT juga diproduksi di Jepang serta para masinis MRT Jakarta juga mendapatkan pelatihan di Jepang.

    RISANDA ADHI PRATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.