Korea Selatan dan Jepang Perang Dagang, Mengadu ke Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa di Seoul menyambut baik keputusan pemerintah Korea Selatan pada 21 November 2018, untuk membubarkan yayasan yang bertugas menyelesaikan masalah Jugun Ianfu, korban perbudakan seks oleh pasukan Jepang selama perang. (Kyodo News)

    Massa di Seoul menyambut baik keputusan pemerintah Korea Selatan pada 21 November 2018, untuk membubarkan yayasan yang bertugas menyelesaikan masalah Jugun Ianfu, korban perbudakan seks oleh pasukan Jepang selama perang. (Kyodo News)

    TEMPO.COSeoul -- Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha, mengadukan larangan ekspor bahan material semikonduktor oleh Jepang kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo.

    Baca juga: Perang Dagang, Korea Selatan Serukan Boikot Produk Jepang

     

    Menurut Kang, pelarangan ekspor oleh negeri jiran itu sebagai hal yang tidak diinginkan.

    Ini terkait keputusan pemerintah Jepang pada pekan lalu untuk mengurangi ekspor tiga material penting untuk membuat layar dan chip dari ponsel cerdas.

    “Kang mengungkapkan keprihatinan bahwa ini hal yang tidak diinginkan dalam konteks hubungan pertemanan antara Korea Selatan dan Jepang dan kerja sama trilateral diantara Korea Selatan, AS dan Jepang,” kata kemenlu Korea Selatan seperti dilansir Reuters pada Kamis, 11 Juli 2019.

    Baca juga: Korea Selatan, AS, dan Jepang Pimpin Penyebaran Jaringan 5G

     

    Kang menelpon Pompeo pada Rabu malam waktu setempat dan mengadukan keputusan pembatasan ekspor material itu oleh pemerintah Jepang.

    Pemerintah Jepang, seperti dilansir Reuters, menilai pemerintah Korea Selatan telah merusak hubungan terkait sengketa mengenai sejumlah perempuan asal Korea Selatan yang menjadi budak seks tentara Jepang pada Perang Dunia II.

    Baca juga: Masyarakat Korea Selatan dan Jepang Bersimpati Atas Gempa

     

    Pembatasan ekspor itu berdampak pada perusahaan seperti Samsung Electronics Co Ltd, dan SK Hynix Inc, yang menyuplai komponen chip untuk perusahaan seperti Apple Inc.

    Menanggapi langkah Jepang ini, Partai Demokratik, yang berkuasa di Korea Selatan, mengumumkan paket bantuan 300 miliar won atau sekitar Rp3.6 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membantu perusahaan lokal di negara itu mempercepat lokalisasi suplai material untuk pembuatan chip dan panel layar.

    Baca juga: Klaim Korea, Lebih Banyak Kirim Teknologi Ketimbang Jepang

     

    Menurut Kepala Ekonom S&P Global Rating, Shaun Roache, mengatakan sengketa Korea Selatan dan Jepang ini tidak terduga akan mengalami eskalasi. Ini karena AS dan Cina juga sedang mengalami konflik dagang, yang bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.

    Korea Times melansir pemerintah Korea Selatan akan mengambil langkah balasan, yang belum akan diumumkan, terkait pembatasan ekspor oleh Jepang itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.