Alkitab Bakal Kena Imbas Tarif Impor Donald Trump ke Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump mengucap sumpah meggunakan alkitab yang diguanakan Abraham Lincoln in 1861. dailymail.co.uk

    Donald Trump mengucap sumpah meggunakan alkitab yang diguanakan Abraham Lincoln in 1861. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Tarif impor perang dagang yang akan dikenakan Presiden Donald Trump terhadap Cina akan berdampak pada Alkitab Injil.

    Jika negosiasi antara Washington dan Beijing gagal, penerbit buku memperingatkan bahwa tarif impor tambahan akan menyebabkan harga percetakan Alkitab melambung dan berpotensi memicu kekurangan pasokan, menurut laporan CNN, 10 Juli 2019.

    Baca juga: Trump Bebaskan 110 Produk Cina dari Tarif Impor Perang Dagang

    Penyebabnya adalah kebanyakan penerbit AS mencetak Alkitab di Cina karena biaya tinggi dan kerumitan dalam mencetak teks dengan kira-kira 800.000 kata. HarperCollins Christian Publishing, salah satu penerbit Alkitab terkemuka, memperkirakan bahwa sekitar tiga perempat dari biaya pembuatan Alkitab ada di Cina.

    "Jumlah tarif yang diusulkan akan memungut 'Pajak Alkitab' pada konsumen dan organisasi keagamaan dan pendidikan," tulis CEO Mark Schoenwald HarperCollins Christian Publishing dalam sebuah surat bulan lalu kepada pejabat perdagangan utama Trump.

    Perusahaan itu memiliki Thomas Nelson dan Zondervan, yang diklaim sebagai dua penerbit Alkitab dan buku keagamaan Kristiani terbesar di Amerika Serikat. HarperCollins mengatakan bahwa tarif 25 persen ke Cina akan secara serius dan tidak proporsional merusak bisnis dan pelanggan mereka.

    Baca juga: Perusahaan Sebut Konsumen Amerika Terbebani Tarif Impor Cina

    HarperCollins telah meminta agar Alkitab, wasiat, buku doa, dan buku agama lainnya dihapus dari daftar produk yang menghadapi tarif.

    "Kami percaya pemerintah tidak mengetahui dampak negatif potensial dari tarif yang diusulkan ini terhadap Alkitab," kata Schoenwald pada rapat di Washington bulan lalu.

    Jika putaran tarif selanjutnya diberlakukan, mereka akan mencakup semua yang diimpor Amerika Serikat dari Cina, termasuk iPhone Apple, sepatu kets Nike, drone, televisi, dan bahkan boneka L.O.L.

    Jika tarif tambahan diberlakukan, HarperCollins mengatakan perlu menyerap biaya tarif, atau menaikkan harga dan mengurangi volume penjualan.

    "Ini akan menggeser beban yang tidak adil pada pembaca Alkitab, gereja, pelayanan, dan organisasi penjangkauan," tulis Schoenwald dalam surat bulan Juni kepada Robert Lighthizer, Perwakilan Dagang Amerika Serikat.

    HarperCollins juga mengatakan bahwa mungkin perlu menghentikan edisi Alkitab tertentu sama sekali.

    "Tarif yang diusulkan untuk Alkitab berbiaya tinggi tetapi dengan margin kecil ini akan terlalu banyak bagi penerbit atau konsumen untuk ditanggung," kata Schoenwald.

    Kendala utamanya adalah bahwa Alkitab mahal untuk dicetak. Jumlah kata yang tinggi (10 kali lipat dari buku biasa) berarti bahwa Alkitab perlu dicetak pada kertas yang sangat tipis, kata HarperCollins. Dan kertas tipis itu harus dicetak pada mesin khusus.

    "Sumber-sumber alternatif untuk pencetakan tidak tersedia di Amerika Serikat atau di tempat lain," kata Schoenwald.

    Terlebih lagi, HarperCollins mengatakan tarif Trump tidak mungkin mendorong printer domestik untuk melanjutkan investasi di bidang ini.

    Baca juga: 600 Perusahaan Amerika Surati Trump Minta Hentikan Perang Dagang

    Penerbit itu mengatakan mereka belum secara resmi mendengar dari Perwakilan Kantor Dagang AS (USTR) tentang permintaannya untuk menghapus Alkitab dan buku-buku lain dari daftar tarif impor perang dagang.

    Seorang juru bicara dari USTR merujuk pengumuman Trump bulan lalu di KTT G20 yang mengumumkan bahwa tarif baru atas Cina ditunda saat negosiasi dilanjutkan.

    Penjualan Alkitab di Amerika Serikat mencapai 8,1 juta pada tahun 2018, menurut NPD, kelompok riset pasar. Perkiraan itu mencakup semua versi Alkitab Injil dan variasi tetapi bukan salinan yang dijual langsung oleh penerbit ke gereja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.