Trump Bebaskan 110 Produk Cina dari Tarif Impor Perang Dagang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]

    Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di sela KTT G20, di Jepang, 28-29 Juni 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintahan Donald Trump akan membebaskan 110 produk Cina mulai dari peralatan medis hingga kapasitor utama dari tarif impor tinggi AS.

    Daftar pembebasan tarif impor sengketa perang dagang ini, akan memberikan keringanan dari tarif 25 persen Amerika Serikat senilai US$ 34 miliar (Rp 480 triliun) impor Cina pada 6 Juli 2018, menurut laporan Reuters, 10 Juli 2019.

    Amerika Serikat dan Cina akan melanjutkan perundingan pekan ini setelah dua bulan negosiasi berakhir buntut, setahun sejak perang dagang dimulai. Washington mendorong Beijing untuk memperbaiki praktik perdagangan, yang diklaim Trump tidak adil dan ilegal.

    baca juga: Empat Negara Diuntungkan dari Perang Dagang Amerika Serikat-Cina

    Pengecualian tarif oleh kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengikuti 1.000 pengecualian lain yang diberikan pada tahun lalu. Amerika Serikat telah memungut tarif impor Cina senilai US$ 250 miliar (Rp 3.532 triliun) dan mengancam akan memberlakukan tarif impor US$ 300 miliar (Rp 4.239 triliun) lainnya.

    Ancaman itu ditangguhkan setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di KTT G20 di Osaka. Keduanya sepakat melanjutkan perundingan perang dagang.

    Pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump berlangsung 80 menit, 10 menit kurang dari yang dijadwalkan.[REUTERS]

    USTR telah mengecualikan komponen dalam perangkat Medtronic yang digunakan untuk mengobati tumor hati, satu dari 12 permintaan pengecualian yang diberikan kepada pembuat perangkat medis terbesar di dunia. Perusahaan berpendapat bahwa komponen R&D, paling berisiko untuk pencurian kekayaan intelektual, tidak diproduksi di Cina.

    Palo Alto Networks, sebuah perusahaan cybersecurity, juga menerima pengabaian untuk salah satu komponen elektronik yang diimpornya dari Cina, sebuah kapasitor tantalum yang digunakan untuk mengontrol aliran listrik pada peralatan firewall jaringannya.

    Perusahaan mengatakan pengganti komponen tidak diproduksi di Amerika Serikat dan bahwa perangkat tidak jatuh di bawah tujuan teknologi tinggi dari program pengembangan industri Made in Cina 2025, yang menurut pemerintahan Trump disubsidi secara tidak adil dan berkontribusi pada pencurian Kekayaan intelektual AS.

    Baca juga: 600 Perusahaan Amerika Surati Trump Minta Hentikan Perang Dagang

    Varian Medical Systems juga diberikan pengecualian untuk beberapa peralatan radioterapi setelah berargumen bahwa tarif hanya akan merugikan mereka karena tidak ada alternatif lain yang tersedia.

    Varian mengatakan tarif akan merugikannya terhadap saingan Eropa-nya.

    Pada Mei, USTR menolak 5.311 dari hampir 13.000 permintaan untuk dikecualikan.

    Salah satu yang ditolak adalah Tesla, yang meminta pengecualian tarif impor untuk beberapa sirkuit buatan Cina untuk kendaraannya, karena dianggap USTR secara strategis penting untuk program Made in Cina 2025.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.