Duterte Tantang AS Berperang dengan Cina di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat mendeklarasikan pembebasan kota Marawi, Filipina, 17 Oktober 2017. Militer Filipina berhasil membebaskan Marawi setelah hampir 5 bulan dikuasai kelompok militan Maute. AP Photo/Bullit Marquez

    Ekspresi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat mendeklarasikan pembebasan kota Marawi, Filipina, 17 Oktober 2017. Militer Filipina berhasil membebaskan Marawi setelah hampir 5 bulan dikuasai kelompok militan Maute. AP Photo/Bullit Marquez

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menantang Amerika Serikat berperang dengan Cina dengan mengerahkan Armada ke-7 ke Laut Cina Selatan.

    "Itu sebabnya saya punya proposal," kata Duterte di Malacanang pada Senin kemarin, dikutip dari Inquirer.net, 10 Juli 2019.

    Baca juga: Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika Serikat

    "Jika Amerika benar-benar ingin mengusir Cina, yang tidak dapat saya lakukan, saya akan meminta bantuannya. Saya ingin seluruh Armada Ketujuh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat ada di sana."

    Armada ke-7 adalah bagian dari gugus tempur AS di Pasifik, yang bermarkas di Jepang sekaligus armada tempur terbesar yang dikerahkan AS.

    Duterte mengajukan permintaan ini setelah meminta sekutu lama militernya untuk menembakkan tembakan pertama dan menyatakan perang terhadap Cina atas perselisihan maritim di Laut Cina Selatan.

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte (empat dari kiri) berjabat tangan dengan Laksamana Muda Rusia Eduard Mikhailov di atas kapal angkatan laut anti-kapal selam Rusia Laksamana Tributs di Manila pada 6 Januari 2017.[CNN]

    Dalam pidatonya Jumat lalu, 5 Juli, di Leyte, Duterte mengatakan, "Keluarkan tembakan pertama, dan saya akan senang melakukan yang berikutnya. Kami memiliki pakta US-RP. Kalau begitu mari kita menghormatinya. Apakah Anda ingin masalah? Oke, mari kita lakukan."

    "Ketika mereka memasuki Laut Cina Selatan, saya akan masuk," tambah Duterte, dikutip dari Daily Express.

    "Saya akan menumpang dengan orang Amerika yang pergi dulu ke sana.

    Baca juga: MA Filipina Desak Rodrigo Duterte Amankan Laut Cina Selatan

    "Saya akan mengundang Carpio, Del Rosario, Morales untuk ikut bersama saya. Maka saya akan memberi tahu orang-orang Amerika, 'Oke, mari kita bom semuanya'. "

    AS melakukan serangkaian operasi navigasi untuk menantang klaim maritim Cina di Laut Cina Selatan.

    Sementara Cina setuju untuk menghentikan pemblokiran nelayan Filipina dari Scarborough Shoal selama Cina memiliki akses ke Recto Bank. Sejak itu, Rodrigo Duterte mengizinkan Cina untuk akses ke Laut Cina Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?