Australia Pantau Pergerakan Kapal Perang Pemantau Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    TEMPO.COSydney – Pejabat kementerian Pertahanan Australia mengatakan militer telah melacak pergerakan kapal pemantau militer Cina. Kapal pemantau itu berusaha memantau latihan militer angkatan laut Amerika Serikat dan Australia.

    Baca juga: Laksamana Amerika Ajak Patroli Laut Cina Selatan

     

    Australia dan AS mengerahkan sekitar 25 ribu personel militer untuk berlatih tempur dengan kapal perang. Kapal perang ini dilengkapi dengan jet tempur canggih, yang akan berlatih bersama hingga Agustus 2019. Latihan berjudul Talisman Sabre ini digelar setiap dua kali setahun.

    Letnan Jenderal Greg Bilton, kepala operasi gabungan militer Australia, mengatakan kapal perang pemantau Cina kemungkinan mengarah ke kawasan perairan timur laut. Angkatan laut AS dan Australia menggelar latihan perang di kawasan perairan ini.

    “Kami melacaknya. Kami belum tahu tujuannya tapi kami menduga kapal itu menuju kawasan perairan timur di Queensland. Kami akan mengambil langkah soal ini,” kata Bilton kepada media di Brisbane seperti dilansir Channel News Asia dengan mengutip Reuters pada Senin, 8 Juli 2019.

    Baca juga: Cina Hadang 2 Kapal Perang Amerika Serikat di Laut Cina Selatan

     

    Hubungan AS dan Cina memburuk akhir-akhir ini terkait klaim sepihak Beijing atas wilayah Laut Cina Selatan dan perang dagang. Cina telah membangun pangkalan militer di kepulauan tertentu di kawasan Laut Cina Selatan dan memasang rudal.

    Kawasan Laut Cina Selatan ini merupakan perairan yang kaya dengan minyak dan gas. Kawasan maritim ini juga menjadi wilayah lalu lintas kapal perdagangan dengan nilai US$5 trilliun atau sekitar Rp70 ribu triliun rupiah per tahun.

    Baca juga: Pertama Kali, Amerika dan Inggris Latihan di Laut Cina Selatan

     

    Cina memiliki konflik klaim kepemilikan kawasan laut ini dengan Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Taiwan dan Malaysia. Kabar kedatangan kapal perang pemantau Cina ini terjadi setelah kedatangan tiga kapal perang Cina ke Sydney pada Juni 2019.

    Kekuatan angkatan laut Cina meningkat secara dramatis dalam dua puluh tahun terakhir. Beijing berusaha memperluas pengaruhnya ke arah selatan menuju Asia Tenggara. Saat ini, Beijing merupakan salah satu pemilik kekuatan angkatan laut terbesar di dunia.

    Baca juga: Cina Akui Takut Blokade Amerika dan Sekutu Jika Terjadi Konflik

     

    Secara terpisah, tingkat kepercayaan publik Australia terhadap Cina menurun ke level 32 persen. Ini merupakan level terendah sejak 2005 seperti dilansir SCMP. Riset oleh lembaga Lowy Institute menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan hingga 20 persen. Sekitar 77 persen warga mengatakan Canberra harus melakukan upaya lebih untuk menantang aktivitas Cina di kawasan Laut Cina Selatan meskipun itu berdampak pada hubungan ekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.