Stasiun Luar Angkasa ISS Siapkan Makanan Halal untuk Astronot

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cosmonot Rusia, Oleg Kononenko memeriksa kerusakan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 11 Desember 2018. Dua kosmonot Rusia memulai memeriksa dan mengumpulkan sampel dari perbaikan yang dilakukan terhadap pesawat ruang angkasa Soyuz yang rusak pada bulan Agustus. NASA TV/Handout via REUTERS

    Cosmonot Rusia, Oleg Kononenko memeriksa kerusakan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 11 Desember 2018. Dua kosmonot Rusia memulai memeriksa dan mengumpulkan sampel dari perbaikan yang dilakukan terhadap pesawat ruang angkasa Soyuz yang rusak pada bulan Agustus. NASA TV/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Space Food Laboratory akan menyiapkan makanan halal untuk para astronot Uni Emirat Arab di Stasiun Luar Angkasa (ISS).

    Space Food Laboratory, yang mengkhususkan memproduksi makanan untuk para astronot, akan menyajikan makanan tradisional Arab.

    "Space Food Laboratory akan menyediakan makanan halal kalengan bagi astronot UEA, termasuk balaleet, sejenis bihun manis, saluna (ikan asam manis_ dan madrouba," ungkap dokumen yang dilaporkan Sputnik, 7 Juli 2019.

    Menurut dokumen, makanan halal astronot akan siap pada pertengahan Agustus.

    Baca juga: Putin Minta Pasukan Luar Angkasa Dikembangkan

    Rusia dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian pada 2018 untuk menerbangkan seorang astronot UEA pertama ke ISS.

    Dua kandidat UEA, Hazza Mansouri dan Sultan Niyadi, memulai pelatihan mereka di Wilayah Moskow musim gugur lalu.

    Mansouri akan berangkat ke ISS pada akhir September, naik pesawat ruang angkasa Soyuz MS-15 Rusia, bersama dengan kosmonot Rusia Oleg Skripochka dan astronot AS Jessica Meir.

    Baca juga: NASA Mau Daratkan Manusia di Bulan pada 2024

    Astronot UEA diperkirakan akan menghabiskan delapan hari di pos terdepan orbital dan kembali ke Bumi pada 3 Oktober.

    Astronot UEA pertama juga akan terlibat dalam melakukan pengamatan Bumi, pengalaman pencitraan, berinteraksi dengan stasiun bumi, berbagi informasi dan mendokumentasikan kehidupan sehari-hari para astronot di Stasiun Luar Angkasa ISS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?