Divonis Meninggal, Pria India Bangkit Saat Upacara Pemakaman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/JEFF PACHOUD

    Ilustrasi mayat. AFP/JEFF PACHOUD

    TEMPO.CO, Jakarta - Pria dari India utara yang sudah divonis meninggal oleh dokter bangun saat upacara pemakaman berlangsung.

    Pelayat pemakaman Mohammad Furqan yang dinyatakan meninggal pada usia 20 tahun oleh dokter profesional, terkejut setelah jenazah Furqan mendadak bangun saat pemakaman di Kota Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh di utara India, menurut laporan Fox News, 7 Juli 2019.

    Menurut laporan The Independent, Furqan segera dibawa ke rumah sakit dan dipasang ventilator untuk mendukungnya nyawanya.

    Baca juga: Pria India Pulang ke Rumah Setelah Dimakamkan Keluarganya

    Furqan tidak sadarkan diri sejak 21 Juni ketika dia mengalami kecelakaan. Dokter menyatakan dia meninggal pada hari Senin kemarin, dan secara kebetulan tak lama setelah keluarga Furqan mengatakan kepada rumah sakit yang merawatnya, mereka tidak lagi memiliki dana untuk membayar perawatannya.

    Keluarga mengatakan kepada Hindustan Times bahwa situasi membuat mereka trauma karena mereka tidak hanya harus berdamai dengan kematian Furqan, tetapi melihatnya bergerak selama pemakaman.

    Baca juga: Polisi Mau Hidupkan Mayat Ayahnya Pakai Teknik India Kuno

    "Kami merasa tertekan, kami sedang bersiap untuk penguburan ketika beberapa dari kami melihat anggota tubuhnya bergerak. Kami segera membawa Furqan ke rumah sakit Ram Manohar Lohia di mana para dokter mengatakan ia masih hidup dan telah memberinya dukungan ventilator," kata kakak lelaki Furqan, Mohammad Irfan.

    "Kami telah membayar Rs 7 lakh (US$ 10.000/Rp 140 juta) ke rumah sakit swasta sebelumnya dan ketika kami memberi tahu mereka bahwa kami kehabisan uang, mereka menyatakan Furqan meninggal," tambahnya.

    Baca juga: Viral Pria India Menikahi Mayat Tunangannya

    Kepala petugas medis Lucknow juga mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan dalam praktik medis negara itu.

    "Kami telah mengetahui insiden tersebut dan masalah ini akan diselidiki secara menyeluruh," kata Narendra Agarwal.

    "Pasien dalam kondisi kritis tetapi jelas tidak mati otak. Dia memiliki denyut nadi, tekanan darah dan refleksnya bekerja. Dia telah diberi dukungan ventilator," kata Narendra memberikan keterangan kondisi Furqan usai dibawa dari pemakaman.

    RISANDA ADHI PRATAMA | FOX NEWS | THE INDEPENDENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.